MENEMUKAN KEMBALI KERAJAAN
Sering kita mendengar memperkatakan tentang Kerajaan Tuhan, tetapi kita kadang bingung dan kurang mengerti apa dan bagaimana konsep Kerajaan Tuhan sendiri. Subjek ini telah hilang khususnya dari umat Tuhan sendiri. Ini adalah strategi dari iblis karena dia tahu kalau subjek ini hilang dari umat Tuhan maka iblis tidak perlu menghancurkan sebab umat Tuhan telah menghancurkan dirinya sendiri. Hal yang sangat perlu di lakukan adalah untuk menemukan kembali subjek / pesan / Kebenaran tersebut yaitu MENEMUKAN KEMBALI KERAJAAN.
Menemukan Kembali Kerajaan berarti adanya sesuatu yang telah ada tetapi telah hilang, segala sesuatu yang telah hilang sesungguhnya masih ada, oleh itu harus di temukan kembali. Tujuan awal dari Tuhan adalah menemukan kembali Kerajaan yang telah hilang tersebut.
Kitab Suci berisikan subjek yang sangat sederhana yaitu :
- Tentang Seorang Raja
- Tentang keluarga Kerajaan
- Tentang sebuah Kerajaan
- Tentang sebuah Pemerintahan
- Tentang sebuah Kolonisasi Sebuah Kerajaan.
Kitab Suci berbicara tentang seorang Raja.
Saat sekarang ini dunia di kuasa oleh system pemerintahan yang berbentuk demokrasi. Didalam demokrasi tidak ada seorang Raja tetapi yang ada adalah Presiden , atau Perdana Menteri. Hal ini menjadikan banyak umat Tuhan melihat kitab suci sesuatu hal yang menakutkan dan sangat sulit untuk di mengerti sebab banyak umat Tuhan tergoda untuk memprediksikan Kitab Suci tersebut berdasarkan kondisi kehidupan pribadi mereka (didalam Negara demokrasi).
Yesus bukanlah seorang Perdana Menteri atau seorang Presiden tetapi Tuhan Yesus adalah seorang Raja yang memiliki otoritas sebagai seorang Raja, dan tidak di pilih untuk mendapatkan kekuasaan didalam system KerajaanNya( Tidak ada Pemilihan atau Election).
Seorang Raja tidak dapat diperlakukan rakyatnya seperti seorang Presiden. Didalam system Demokrasi, kita bisa memilih untuk tidak taat kepada Presiden atau Perdana Menteri tetapi dalam system Kerajaan kita harus tunduk dan taat akan otoritas seorang Raja.Untuk menentukan kebijakan atau undang-undang di dalam Kerajaan maka seorang Raja tidak perlu melakukan forum atau diskusi dengan rakyat tetapi semua yang keluar dari mulut Raja maka itu yang akan terjadi didala kehidupan rakyatnya.
Kitab suci berbicara tentang Keluarga Kerajaan.
Kitab suci atau Firman Tuhan(logos) bukanlah buku agama ( religius book) tetapi kitab suci adalah sebuah kitab yang berisikan riwayat kehidupan dari Keluarga Kerajaan Tuhan dari Raja yang memiliki anak-anak seperti Raja itu sendiri, dan semua yang di catat di kitab suci adalah tentang Kerajaan dan Raja dan Pangeran dan Putri Kerajaan itu sendiri.
Kita memiliki DNA Kerajaan dan hak istimewa karena kelahiran kita didalam Kerajaan Tuhan dan kita adalah Putra dan Putri Kandung dari Raja itu sendiri.
Kitab suci adalah Tentang sebuah Kerajaan
Sebuah Kerajaan bukanlah sebuah agama, sebuah Kerajaan adalah sebuah Negara yang di atur oleh seorang Raja. Kitab Suci Sangat jelas mengatakan tentang hal tersebut dan kitab suci jelas mengatakan / berisikan tentang KERAJAAN.
Kitab Suci adalah sebuah Pemerintahan
Didalam Kerajaan pemimpi tertinggi adalah seorang Raja, dan Raja kita adalah Yesus Kristus.
Kitab Suci adalah Tentang Proyeksi Kolonisasi Sebuah Kerajaan.
Saat kita membaca Kitab Suci kita harus berpikir dan memiliki cara pandang tentang kolonisasi karena didalam Negara Demokrasi tidak melakukan kolonisasi( cth : United Kingdom memiliki kolonisasi yang sangat besar). Jika sebuah Negara Demokrasi melakukan kolonisasi maka yang timbul adalah penjajahan yang akan menimbulkan masalah besar tetapi Kerajaan melakukan kolonisasi maka disebut PERLUASAN untuk memberikan pengaruh.
Oleh karena itu kita sebagai anak-anak Kerajaan wajiblah kita memiliki pola pikir sebagai seorang Putra – Putri dari Kerajaan Tuhan sendiri. Marilah kita bertindak dan berpikir seperti seorang anak Kerajaan. Seorang Putra – Putri Mahkota Kerajaan tidak akan pernah melakukan hal-hal yang mempermalukan Kerajaan itu sendiri, tetapi seorang Putra-Putri Kerajaan akan bertindak dan berperilaku seperti seorang Raja.
Oleh Hendrat Arios
0 komentar:
Poskan Komentar