Rabu, 09 Desember 2009

Israeli Jewish Believers children age 4 and 6, are scared for their lives ...

Israeli Jewish Believers children age 4 and 6, are scared for their lives as their family is threatened to leave their city, because of their faith in Yeshua (Jesus)

Eliav Levine, a Jewish Believer in Yeshua (Jesus), who lives in Beit She’an in the Northern part of Israel near the Sea of Galilee had his car torched by religious Israeli extremists who are opposed to his faith in Yeshua.

The positive side of this story is that his car was parked next to the city’s police station in the town of Beit She’an, just south of Tiberias and the Sea of Galilee.

Two suspects were caught by the police, and the police are aware that there is tension in the area because Jewish Believers are opening sharing their faith, and of course there is always persecution when sharing one’s faith here in Israel.

Eliav is a Russian Jewish immigrant to Israel, and he and his family have endured continued verbal abuse, physical threats, and harassment from some extremist Orthodox (religious) Jews in Beit She’an.

In the city where you live, it’s probably unlikely that someone would torch your car because of your faith in Yeshua (Jesus), but this is what can happen to us Believers in Yeshua, here in Israel.

Last year Eliav had another car torched outside of his home which was parked under his children’s bedroom. The fire was extinguished but it caused a lot of damage to his home and his children aged four and six are very scared. The family sometimes fears for their lives.
An Orthodox Jew has gone around the city of Beit She'an with a car with loud speakers on it, warning the residents about Eliav and his family and to run them out of the city. Can you imagine what his children have to endure?

A number of Messianic Congregations have had been set on fire, Israeli Believers have been fired from their jobs, people have been beaten up for their faith, homes vandalized, and the list goes on, so please pray for the Believers here in the Holy Land and at this time especially for Eliav and his family.

Source:
"Messianic Bible"

PASANGAN YANG SEIMBANG

PASANGAN YANG SEIMBANG

"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (II Korintus 6:14). Umat Kristiani sering sekali menjadikan Firman Tuhan di atas sebagai acuan di dalam memilih pasangan hidup; Dan secara sederhana mengartikan Firman Tuhan tersebut sebagai sebuah perintah bahwa seorang anak Tuhan tidak dibenarkan oleh Tuhan untuk membentuk rumah tangga dengan seseorang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Dan itu memang benar. Tetapi ketika kita berumah tangga dengan seseorang yang juga percaya kepada Yesus Kristus, apakah hal tersebut secara otomatis menjadikan kita sebuah keluarga dengan pasangan yang seimbang ? Firman Tuhan tersebut di atas sesungguhnya ingin menuntun kita kepada sebuah pembentukkan keluarga yang harmonis dan memiliki kekuatan Ilahi di dalamnya.

Maka langkah kita untuk tidak menikah dengan seseorang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus adalah sangat tepat, karena bagaimana mungkin kita yang percaya bahwa Yesus adalah Terang Dunia (Yohanes 8:12) hidup serumah atau berumah tangga dan menjadi satu daging (Kejadian 2:24) dengan seseorang yang menolak Terang Dunia itu. Tetapi sekalipun kita telah menikah dengan seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Terang Dunia, itu bukan berarti secara otomatis kita menjadi sebuah keluarga dengan pasangan yang seimbang, karena pada firman Tuhan di atas tidak hanya bicara soal perbedaan terang dan gelap tetapi juga soal kebenaran dan kedurhakaan. Dan hal ini tidak terlepas dari pola hidup kerohanian kita sebagai umat Tuhan.

Seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus memang percaya bahwa Yesus adalah Terang Dunia tetapi tidak semua yang menamakan dirinya umat Tuhan berjuang untuk hidup dalam kebenaran dan terang Tuhan yang sesungguhnya. Masih banyak umat Tuhan yang berjuang atas dasar kebenaran dirinya sendiri. Maka ketika ada dua orang percaya yang hidup bersatu dalam sebuah ikatan perkawinan atau keluarga tetapi kedua belah pihak tidak secara bersama-sama berjuang untuk hidup dalam kebenaran Tuhan yang sesungguhnya, maka mereka bisa menjadi pasangan yang tidak seimbang. Itulah sebabnya tidak jarang kita melihat sebuah keluarga Kristen dalam perilaku kerohaniannya sering saling bertentangan (tidak harmonis). Seorang suami tekun beribadah dan atau melakukan pelayanan tetapi isterinya tidak atau sebaliknya, sepasang suami isteri tidak pernah berdoa bersama, seorang isteri penuh kasih, sabar dan penuh kesetiaan tetapi suaminya tidak demikian atau sebaliknya dan lain sebagainya. Perbandingan antara Kebenaran dan Kedurhakaan pada firman Tuhan di atas adalah berbicara soal KASIH, Firman Tuhan berkata "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." (Matius 24:12).

Maka perlu sekali kita untuk segera membangun sebuah kehidupan kerohanian (ibadah bersama) yang intens dengan pasangan kita. Jangan malas, ragu atau apapun alasannya menjadikan kita tidak memulai atau memiliki kehidupan kerohanian (ibadah bersama) dengan pasangan kita. Seharusnya secara dini masing-masing pasangan menyadari bahwa sebuah keluarga yang harmonis hanya dapat dibangun oleh KASIH KRISTUS yang terpancar dalam perilaku setiap anggota keluarganya dan bukannya oleh ketersediaan materi semata, karena Firman Tuhan berkata "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Elohim." (Lukas 4:4).

Sebuah keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang seimbang akan menjadikan keluarganya benar-benar harmonis, penuh kasih dan kekuatan Ilahi yang bukan saja akan membawa berkat bagi keluarga itu tetapi juga berkat bagi banyak orang yang mengenalnya. (RYT). "Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya." (Kisah Para Rasul 10:35).
==========================
====================================
COUPLE balanced

"Do not be an unequal partner with people who do not believe it. For if there are similarities between righteousness and iniquity? Or how can light unite with darkness?" (II Corinthians 6:14).

Christians often make the Word of God on a reference in choosing a partner; and simply interpret the Word of God as an order that a child of God is not justified by God to form a household with someone who does not believe in Jesus Christ. And it was true. But when we settle down with someone who also believes in Jesus Christ, does it automatically makes us a family with a balanced pair?

The Word of God mentioned above actually want to lead us to a harmonious family formation and have the divine power in it. So we step to not marry someone who does not believe in Jesus Christ is very appropriate, because how can one who believes that Jesus is the Light of the World (John 8:12) live in the same house or settle down and become one flesh (Genesis 2:24) with someone who rejected the Light of the World. But even if we had been married to someone who believes in Jesus Christ as the Light of the World, that does not mean we automatically become a family with a balanced pair, because the word of God on not just talking about differences in light and dark but also about truth and iniquity . And this does not depart from the pattern of our spiritual lives as God's people.

Someone who believes in Jesus Christ do believe that Jesus is the Light of the World but not all who call themselves people of God struggling to live in the light of truth and true God. There are still many people of God who fought on the basis of truth itself. So when two people believe that living together in a marriage or family ties but both parties did not jointly struggling to survive in the real truth of God, then they can become unbalanced pair. That's why we often see a Christian family in spiritual behavior often contradict each other (no harmony). A husband and diligently serve or perform the service but not his wife or vice versa, a husband and wife have never prayed together, a loving wife, patiently and faithfully, but not her husband or vice versa, and so forth.

Comparison between the Truth and iniquity in God's word above is talking about LOVE, the Word of God says "And because iniquity shall abound, the love of many shall wax cold." (Matthew 24:12). So all we need to immediately build a life of spirituality (worship together) are intense with our partners. Do not be lazy, hesitant, or whatever reason we do not start making or have a life of spirituality (worship together) with our partners. Early should each partner to realize that a harmonious family can only be built by the LOVE OF CHRIST is reflected in the behavior of each family member rather than by the availability of materials alone, because the Word of God says "Man shall not live by bread alone, but by every word that out of the mouth of Elohim. " (Luke 4:4). A family formed by a balanced pair will make their families really harmonious, full of love and divine power that will not only bring blessings to the family but also thanks to the many who knew him. (RYT).

"Every person from any nation who fear him
and who practice righteousness pleasing to Him. "
(Acts 10:35).

PUASA

PUASA


Apakah artinya puasa?

Puasa dalam istilah agama pada umumnya adalah meninggalkan keinginan hawa nafsu dan menyelami sesama kita yang tidak bisa makan atau minum yang seperti kita biasa nikmati.

Dalam Kekristenan : Puasa artinya mencari hadirat Tuhan dengan merendahkan diri di hadapan-Nya agar terjadi rekonsiliasi atau pendamaian dengan Tuhan yang juga lebih dalam lagi adalah meninggalkan sifat keduniawian dan meninggalkan sifat kedagingan menuju hati Tuhan.

Hakekatnya Puasa adalah mencari Tuhan dan masuk kedalam keinginan hati Tuhan , sehingga kita makin mendekat kepada Tuhan. Jadi, puasa bukanlah suatu ritual keagamaan yang ditujukan untuk mendapatkan berkat tertentu. Karena banyak orang berpikir jika dia berpuasa sekian lama maka doanya akan terkabul.

Banyak dari kalangan orang beriman menganut prinsip jikalau berpuasa maka semua doa kita akan di jawab Tuhan dan permasalahan kita akan di bereskan oleh Tuhan, walaupun memang akan terjadi tetapi janganlah kita melakukan puasa karena motivasi yang seperti itu, Berkat dan pertolongan Tuhan itu mengikuti puasa yang dilakukan dengan motivasi yang benar, sebagaimana Yesus berkata:

* Matius 6:33,
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Tuhan dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
zêteite de prôton tên basileian tou theou kai tên dikaiosunên autou kai tauta panta prostethêsetai humin

Jadi, tujuan puasa adalah mencari hadirat Tuhan, merendahkan diri dan memohon ampun dan pemulihan dari Tuhan. Hal ini juga jelas terlihat pada Imamat 16:29-31, "Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan Tuhan. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

Puasa merupakan hal yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel karena diatur dalam Hari Raya Pendamaian (Hari Grafirat, Imamat 16:29-31) di atas. Tetapi, sekalipun puasa termasuk dalam perayaan keagamaan bangsa Israel, bukan berarti umat Perjanjian Baru tidak perlu lagi melakukannya. Puasa, sama halnya seperti membaca firman dan berdoa, sekalipun ada di dalam tata upacara keagamaan bangsa Israel, bukan berarti membaca firman dan berdoa tidak perlu lagi dilakukan oleh umat Perjanjian Baru.

Umat Perjanjian Baru tetap perlu untuk membaca firman Tuhan dan berdoa, demikian juga dengan berpuasa. Di dalam Matius pasal 6, Tuhan Yesus mensejajarkan hal berpuasa dengan hal memberi sedekah dan hal berdoa. Dengan demikian puasa juga dapat dilakukan secara pribadi maupun secara bersama-sama, sebagaimana halnya berdoa.


Bagaimanakah cara berpuasa yang benar?


Karena puasa adalah persoalan mencari hadirat Tuhan dengan merendahkan diri di hadapan-Nya dan masuk kedalam dan mengerti isi hati Tuhan agar terjadi rekonsiliasi atau pendamaian dengan Tuhan, maka bukan metode puasa yang terutama di sini, tetapi sikap hatilah yang menjadi hal yang terutama untuk dibenahi. Oleh karena itulah, Kitab Suci tidak menjelaskan secara rinci apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan, apa yang boleh dimakan atau yang tidak boleh dimakan, apa yang boleh diminum atau yang tidak boleh diminum ketika kita berpuasa. Sekalipun kata puasa yang dalam bahasa Yunaninyanêsteia ialah berpantang atau menahan nafsu dari makan dan minum, tetapi aturan tentang berpantang makan dan minum itu sendiri tidak dijelaskan secara rinci.


Puasa Musa


Sekalipun tidak disebutkan sebagai puasa, ketika Musa menghadap Tuhan di gunung Sinai, ia tidak makan dan tidak minum sama sekali selama 40 hari 40 malam. Umumnya para ahli Kitabmengatakan bahwa puasa Musa ini adalah suatu pengecualian karena ia langsung berhadapan dengan Tuhan.

* Keluaran 34:28,
"Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman."
VAYEHÏ-SYÂM {dan ia ada di sana} 'IM-YEHOVÂH {dengan TUHAN} 'AREBÂ'ÏM {empat puluh} YÕM {hari} VE'AREBÂ'ÏM {dan empat puluh} LAYELÂH {malam} LEKHEM {roti} LO' {tidak} 'ÂKHAL {ia makan} ÛMAYIM {dan air} LO' {tidak} SYÂTÂH {ia minum} VAYIKHETOV {dan ia menulis} 'AL-HALUKHOT {atas loh-loh batu} 'ÊT DIVERÊY {perkataan-perkataan} HABERÏT {perjanjian itu} 'ASERET {sepuluh} HADEVÂRÏM {firman itu}


Puasa Hari Raya Pendamaian


Pada Hari Raya Pendamaian (YÕM KIPUR), orang-orang Israel diwajibkan berpuasa dari matahari terbenam hingga matahari terbenam. Tidak dengan jelas dikatakan bahwa mereka tidak boleh makan dan tidak boleh minum, yang jelas dikatakan adalah: merendahkan diri, berpuasa, tidak boleh bekerja dan mempersembahkan korban(diri kita) Roma 12 : 2 kepada Tuhan.

* Imamat 23:32,
"Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu."
SYABAT {Sabat} SYABÂTÕN {perhentian} HÛ' {ia} LÂKHEM {kepada kalian} VE'INÏTEM {dan kalian harus merendahkan} 'ET-NAFESYOTÊYKHEM {jiwa-jiwa kalian} BETISYE'ÂH {pada sembilan} LAKHODESY {kepada bulan} BÂ'EREV {pada petang} MÊ'EREV {dari petang} 'AD-'EREV {hingga petang} TISYEBETÛ {kalian harus merayakan} SYABATEKHEM {sabat kalian}

Note:
kamu harus merendahkan diri dan berpuasa, VE'INÏTEM 'ET-NAFSYOTÊYKHEM, harfiah dan kalian harus merendahkan jiwa kalian, tidak memuat kata puasa (Ibrani TSÕM) namun konsep itu mencakup puasa (Mazmur 35:13, 69:10; Yesaya 58:3-7).


Puasa Daud

Ketika Tuhan menulahi anak Daud yang diperolehnya dari Batsyeba, Daud berdoa dan berpuasa dengan tekun. Dikatakan bahwa Daud tidak mau makan, tetapi tidak dijelaskan bahwa ia tidak minum.

* 2 Samuel 12:16-17,
"Lalu Daud memohon kepada Elohim oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka."


Puasa Elia


Puasa Elia selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum di dalam perjalanan menuju ke gunung Horeb, juga dipandang merupakan suatu pengecualian karena Elia mendapatkan makanan langsung dari malaikat Tuhan.

* 1 Raja-raja 19:8,
"Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Tuhan, yakni gunung Horeb."
VAYÂQÂM {dan ia bangkit} VAYO'KHAL {dan ia makan} VAYISYETEH {dan ia minum} VAYÊLEKH {dan ia berjalan} BEKHOAKH {pada kekuatan} HÂ'AKHÏLÂH {makanan} HAHÏ' {tersebut} 'AREBÂ'ÏM {empat puluh} YÕM {hari} VE'AREBÂ'ÏM {dan empat puluh} LAYELÂH {malam} 'AD {hingga} HAR {gunung} HÂ'ELOHÏM {Allah itu} KHORÊV {Horeb}

Puasa Musa dan puasa Elia dapat kita katakan sebagai puasa luar biasa karena Tuhan yang berinisiatif dan memberi kekuatan untuk bertahan.


Puasa Ester


Nampaknya puasa Ester adalah satu-satunya catatan yang jelas dari puasa tanpa makan dan tanpa minum yang pernah dilakukan secara normal oleh manusia selama tiga hari tiga malam.

* Ester 4:16,
"Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk, menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
LÊKH {pergilah} KENÕS {kumpulkanlah} 'ET-KÂL-HAYEHÛDÏM {segala orang Yahudi itu} HANIMETSE'ÏM {yang mereka dijumpai} BESYÛSYÂN {di Susan} VETSÛMÛ {dan berpuasalah mereka} 'ÂLAY {atasku} VE'AL-TO'KHELÛ {dan tidak mereka akan makan} VE'AL-TISYETÛ {dan tidak mereka akan minum} SYELOSYET {tiga} YÂMÏM {hari} LAYELÂH {malam} VÂYÕM {dan siang} GAM-'ANÏ {juga aku} VENA'AROTAY {dan dayang-dayangku} 'ÂTSÛM {kami akan berpuasa} KÊN {demikian} ÛVEKHÊN {dan kemudian} 'ÂVÕ' {aku akan datang} 'EL-HAMELEKH {kepada raja itu} 'ASYER {yang} LO'-KHADÂT {tidak menurut hukum} VEKHA'ASYER {dan jika} 'ÂVADETÏ {aku mati} 'ÂVÂDETÏ {aku mati}

Puasa tanpa makan dan tanpa minum ini, atau puasa total, juga dilakukan oleh Ezra (Ezra 10:6) dan oleh rasul Paulus selama 3 hari (Kisah Para Rasul 9:9).


Puasa Daniel


Penjelasan atas puasa Daniel lebih lengkap dari pada puasa-puasa yang diebutkan sebelumnya. Dalam puasa Daniel dikatakan Daniel tidak makan makanan (roti) yang sedap, padanannya untuk kita saat ini adalah makan nasi. Ia juga tidak makan daging dan anggur, tetapi tidak dikatakan ia tidak minum air.

* Daniel 10:2-3,
"Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh."

Puasa Daniel disebut juga puasa sebagian.


Puasa Yesus


Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus mengadakan puasa selama empat puluh hari empat puluh malam.

* Matius 4:1-4,
"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya: Jika Engkau Anak Elohim, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti. Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Elohim."

Para ahli Kitab percaya bahwa puasa yang dilakukan oleh Yesus adalah puasa terhadap makanan karena dikatakan "akhirnya laparlah Yesus", tidak dikatakan bahwa Yesus dahaga.

Puasa yang Yesus lakukan ini disebut puasa normal atau puasa biasa.

Jadi puasa yang bagaimana yang harus kita lakukan? Kita bisa melakukan puasa total dengan tidak makan dan tidak minum, dalam kurun waktu yang tidak lama, paling lama tiga hari tiga malam. Atau, kita dapat berpuasa normal, yaitu dengan tidak makan tetapi tetap minum air. Bahkan ada hamba Tuhan yang menganjurkan untuk minum air dan jus. Atau, kita dapat melakukan puasa sebagian, misalnya dengan mengurangi jumlah makanan yang dimakan dan tidak makan daging. Pilih dan lakukan puasa yang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Jika kita sudah terbiasa dengan puasa yang ringan, kita bisa meningkatkan lagi puasa kita kepada tahap yang lebih berat.

Yang lebih penting dari persoalan makan dan minum yang hanya menyangkut masalah fisik, adalah masalah rohani di balik puasa itu sendiri, yaitu:


Mencari Tuhan

Hal terpenting dari berpuasa bukanlah hal tidak makannya tetapi hal mencari Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan yang terjebak ke dalam puasa sebagai ritual keagamaan.

• Yoel 2:12, "'Tetapi sekarang juga,' demikianlah firman TUHAN, 'berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh,'"

• 2 Tawarikh 20:3, "Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa."


Merendahkan diri

Hal kedua yang penting di dalam berpuasa adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan.

* Imamat 16:29, "
... kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa."

Merendahkan diri artinya kita mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita mengakui bahwa kita telah berdosa kepada-Nya. Merendahkan diri kita sebaliknya berarti kita meninggikan Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu menaikkan doa mohon pengampunan dan menaikkan puji syukur mengagungkannya.


Membuka belenggu kelaliman dan melepaskan tali kuk


Hal berikutnya yang perlu kita lakukan adalah bertobat dari kesalahan dan dosa yang kita lakukan.

* Yesaya 58:6,
"Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk."

Tuhan tidak senang dengan segala bentuk ketidakadilan, kebengisan, kekejaman dan penganiayaan, termasuk di dalamnya mendesak buruh, berbantah dan berkelahi (Yesaya 58:3-4), menunjuk-nunjuk orang dan memfitnah (Yesaya 58:9).


Mengasihi dan berbelaskasihan

Sebagai wujud nyata pertobatan, maka kita mulai menunjukkan kasih dan berbelas kasihan kepada sesama, khususnya kepada mereka yang benar-benar membuthkan pertolongan, termasuk kepada pembantu dan karyawan.

* Yesaya 58:7, "
... supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkaumelihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!"


Apa manfaatnya berpuasa?


Puasa dapat dilakukan saat kita sungguh-sungguh mau mencari wajah Tuhan dan memohon petunjuk-Nya. Puasa juga dapat dilakukan secara berkala dengan teratur, misalnya setiap minggu. Ada banyak manfaat yang akan kita peroleh jika puasa dilakukan dengan benar. Mari kita simak Yesaya 58:8-12, Di sini kita bisa melihat paling tidak ada sepuluh berkat yang tersedia bagi mereka yang melakukan puasa dengan benar.

1. Terang
2. Kesembuhan
3. Kebenaran
4. Kemuliaan
5. Doa yang terkabul
6. Tuntunan yang berkesinambungan
7. Kepuasan hati
8. Kekuatan diperbaharu
9. Berkat kehidupan
10. Pemulihan


Siapa saja yang harus berpuasa?


Petanyaan ini sama saja dengan kita bertanya, "Siapa yang harus memberi sedekah? Siapa yang harus berdoa?" Tentunya, semua orang percaya dituntut untuk memberikan sedekah dan dituntut untuk berdoa. Hanya saja karena kurangnya penegrtian tentang memberi kepada sesama dan tentang berdoa dan tentang berpuasa, maka banyak jemaat Tuhan yang tidak melakukan hal ini. Berpuasa dianggap suatu keharusan bagi hamba-hamba Tuhan saja. Jemaat menganggap jika puasa biasa-bisa jadi puasi, alias setengah mati.

Bilamana kita melihat manfaat atau berkat yang dapat kita peroleh jika kita berpuasa, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk kita tidak berpuasa. Lebih banyak manfaat yang dapat kita peroleh daripada ruginya, bahkan mungkin sekali tidak ada kerugian apapun yang akan kita dapatkan jika kita berpuasa.

Jadi, bagaimana? Mari, kita mencari wajah Tuhan, merendahkan diri, bertobat dari perbuatan kita yang berdosa. Sambil berpuasa kita mendekatkan diri kepada Tuhan dan mulai menjalankan apa yang Tuhan inginkan, yaitu membuang segala kelaliman, melepaskan kuk penindasan, penekanan dan mulai berbagi kasih kepada sesama serta menaruh belas kasihan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Bersambung ke Jilid 2.

Seorang Messianic Gentiles / A Messianic Gentile

Seorang Messianic Gentiles / A Messianic Gentile

Seorang M e s s i a n i c G e n t i l e
Dalam Mesianik Yahudi Kongregasi
Apakah Mesianis gentiles ?!!

Keterang ;
Messianic = Kaum yang telah menerima Keselamtan didalam Yashua / Yesus
Gentiles = Kelompok orang yang tidak termasuk hitungan Yahudi atau dalam istilah sehari-hari adalah orang yang seharusnya tidak menerima perjanjian atau dalam kalau di terjemahkan dalam Bahasa Inggris Gentiles = Orang kafir. Jadi Messianic Gentiles adalah kelompok orang kafir yang sudah menerima keselamatan dan masuk kedalam perjanjian Abraham atau menjadi Israel Rohani.

Catatan Seorang Messianic Jews / Messianic Yahudi
Don Daly

Yang tampaknya seperti istilah yang aneh. Mungkin makna dari istilah akan menjadi lebih jelas ketika kita mencoba untuk memperjelas makna "Mesianik Yahudi".

Umumnya dipahami bahwa menjadi Yahudi berarti menjadi seorang keturunan Abraham, Ishak dan Yakub dan itu berarti menjadi seorang pengikut Yudaisme dan praktik. Dalam pengertian lain, itu diterapkan kepada siapa saja yang telah bergabung dengan dirinya kepada bangsa Israel melalui konversi ritual, termasuk sunat bagi laki-laki. Istilah "Messianic" (yaitu "Mesias atau Kristus") merujuk kepada siapa pun, Yahudi atau kafir, yang telah memilih untuk mengikuti Mesias Yeshua (Yesus). Kitab suci, istilah "kafir 'mengacu kepada seseorang yang dilahirkan dari orang tua non-Yahudi dan yang tidak mengidentifikasi dirinya dengan Israel melalui konversi ritual dan sunat. Dengan demikian, sebuah" Mesianis kafir "dapat diterapkan kepada siapa pun yang lahir dari non - orangtua dan Yahudi yang menjadi pengikut Yeshua.

Kebanyakan Mesianik orang kafir telah memilih untuk menyembah Tuhan dalam lingkungan yang sebagian besar tidak memiliki apapun Yahudi [kebudayaan] - - --gereja tradisional. Namun ada yang kecil tapi kelompok tumbuh orang kafir yang telah meninggalkan bentuk gentilized kekristenan untuk bergabung dengan saudara-saudara Yahudi mereka yang menyembah Mesias Israel dalam cara Yahudi yang asli. Mereka telah menemukan bahwa pada saat kembali ke akar Yahudi iman mereka, mereka telah mencapai pemahaman yang lebih mendalam dan lebih memuaskan ekspresi iman mereka. Banyak dari orang kafir iman mereka hidup dalam konteks Yahudi, merayakan di rumah mereka sendiri liburan Yahudi telah digenapi oleh Yeshua. Mereka sering terus Biblika kashrut (Kosher undang-undang) dan kebiasaan lainnya secara bebas dan tanpa legalisme, sebagai cara untuk menyembah Tuhan.

Kita lihat dalam Perjanjian Baru yang Mesianik orang kafir telah memenuhi setiap kebutuhan untuk diterima sebagai mitra rohani yang penuh dengan Yahudi mereka saudara-saudara dalam iman Mesianik. "Jangan melupakan fakta bahwa Anda dilahirkan 'kafir'..., utterstrangers (mengucapkan asing) untuk masyarakat yang dipilih Tuhan, Israel dan kamu tidak punya pengetahuan tentang, atau hak untuk, yang dijanjikan perjanjian [kovenan] ... Tapi sekarang, melalui darah Mesias, Anda bersama kami dalam lingkaran kasih Tuhan ...... (Ef. 2:11-13, Phillips). Selain itu, Kisah Para Rasul 15:23-29 menjelaskan bahwa dalam rangka menjadi anak Allah, seorang kafir tidak perlu menjalani ritual konversi ke Yudaisme. Pada kenyataannya, Rav Shaul (Paulus) mengambil satu langkah lebih lanjut - - - - Mesianik orang kafir harus tetap sebagaimana adanya dan tidak berusaha untuk menjadi bagian dari Israel dalam daging. (1 Korintus 7: 18-24)

Kita yang kafir peserta dalam iman Yahudi Mesianik bukan warga negara kelas dua, tetapi mitra sejajar dengan saudara-saudara Yahudi kita. Sebagai mitra setara, bagaimanapun, kita harus berbagi visi budaya ungkapan iman Yahudi dan jangkauan yang mencapai pertama orang Yahudi, serta kafir yang belum disimpan. Bagaimanapun, ada banyak tempat ibadah di mana iman dinyatakan dalam konteks budaya kafir. Mereka yang tidak nyaman dalam konteks Yahudi Mesianik dapat persekutuan di sana.

Singkatnya, meskipun tidak tepat dan akurat untuk mengklaim keturunan Yahudi jika kita kafir, baik untuk berbagi bagaimana kita juga telah datang kepada iman karena hubungan kita dengan Mesias Yahudi, Yeshua. Ketika orang-orang Yahudi tidak percaya mendengar kami keyahudian zealousness untuk iman kita, dan kegembiraan kami atas Mesias Yahudi, dapat memprovokasi mereka untuk cemburu. Kami percaya bahwa mereka akan melihat bahwa Yeshua (Yesus) adalah bukan "dewa kafir," tetapi "Penebus Israel."

Versi Aslinya :
===========================================================
A M e s s i a n i c G e n t i l e
In A Messianic Jewish Congregation
by Don Daly

What is a Messianic Gentile?!!
That seems like such a strange term. Perhaps the meaning of the term will become clearer as we attempt to clarify the meaning of "Messianic Jewish".

It is generally understood that being Jewish means being a descendent of Abraham, Isaac and Jacob and it implies being a follower of Judaism and its practices. In another sense, it is applied to anyone who has joined himself to the people of Israel through ritual conversion, including circumcision for men. The term "Messianic" (i.e. "of Messiah or Christ") refers to anyone, Jew or gentile, who has chosen to follow the Messiah Yeshua (Jesus). Scripturally, the term "gentile' refers to someone who was born of non-Jewish parents and who did not identify himself with Israel through ritual conversion and circumcision. Thus, a "Messianic gentile" could be applied to anyone who was born of non-Jewish parents and who is a follower of Yeshua.

Most Messianic gentiles have chosen to worship the Lord in a setting that is largely devoid of any Jewish [culture]- - - -the traditional church. There is, however a small but growing group of gentiles who have left the gentilized form of Christianity to join with their Jewish brothers who worship the Messiah of Israel in an original Jewish way. They have found that in returning to the Jewish roots of their faith they have achieved a deeper understanding and a more fulfilling expression of their faith. Many of these gentiles live out their faith in a Jewish context, celebrating in their own homes the Jewish holidays as fulfilled by Yeshua. They often keep Biblical kashrut (Kosher laws) and other customs freely and without legalism, as a way to worship the Lord.

We see in the New Covenant that Messianic gentiles have met every requirement to be accepted as full spiritual partners with their Jewish brethren in the Messianic faith. "Do not lose sight of the fact that you were born 'gentiles'..., utterstrangers to God's chosen community, Israel; and you had no knowledge of, or right to, the promised agreements [covenants] ... But now, through the blood of the Messiah, you are with us inside the circle of God's love ...... (Eph. 2:11-13, Phillips). Furthermore, Acts 15:23-29 makes it clear that in order to become a child of God, a gentile does not need to undergo conversion rites to Judaism. In fact, Rav Shaul (Paul) takes it one step further - - - - Messianic gentiles should remain as they are and not seek to become part of Israel in the flesh. (I Cor.7:18-24)

We who are gentile participants in the Messianic Jewish faith are not second class citizens, but are equal partners with our Jewish brethren. As equal partners, however, we must share the vision of a culturally Jewish expression of faith and an outreach that reaches the Jew first, as well as the unsaved gentile. After all, there is an abundance of places of worship where the faith is expressed in a culturally gentile context. Those who are uncomfortable in a Messianic Jewish context can fellowship there.

In summary, although it is improper and inaccurate to claim a Jewish lineage if we are gentiles, it is good to share how we too have come to faith because of our relationship with the Jewish Messiah,Yeshua. When unbelieving Jewish people hear of our zealousness for the Jewishness of our faith, and our excitement over the Jewish Messiah, it can provoke them to jealousy. We trust that they will see that Yeshua is not the "gentile god," but the "Redeemer of Israel."

HARI RAYA

Purim
Jewel Yahudi:
Bani Israel memiliki kapasitas yang menarik untuk mendekati keadaan yang sulit dengan humor masam. Ini mungkin menjadi sifat hidup yang diberikan oleh GD untuk melihat sering mereka melalui sejarah yang bergejolak. Liburan Purim menawarkan contoh yang baik sifat ini dalam tindakan.

Peristiwa-peristiwa di sekitar pusat Purim plot oleh menteri yang jahat untuk membantai penduduk Yahudi Raja Ahasyweros (Aha-bersumpah-os), yang memerintah sebuah kerajaan yang terbentang dari India ke Ethiopia. Meskipun mengkhawatirkan materi pelajaran, Purim adalah cahaya hati, hampir karnaval-seperti festival yang berfokus pada pribadi kepahlawanan dan kesetiaan GD untuk memberikan umat-Nya.

Seperti banyak orang Yahudi liburan, pesta melibatkan menceritakan kembali cerita sehingga mungkin tidak akan pernah terlupakan. Seringkali hal ini dilakukan dalam bentuk Purimspiel, atau drama, biasanya dilakukan oleh anak-anak dari masyarakat. Purim adalah hari libur di mana anak-anak mengambil tengah panggung. Ada pesta meriah di mana anak-anak (dan beberapa orang dewasa) datang berpakaian sebagai karakter dari cerita. Makanan utama adalah kue berbentuk segitiga yang disebut hamantaschen, biasanya diisi dengan memangkas atau poppyseed, yang dikatakan mirip dengan topi bersegi tri dikenakan oleh penjahat.

Paskah (Pesach)
Jewel Yahudi:
Pesach adalah merayakan pesta pembebasan Bani Israel dari tanah Mitzrayim (Mesir).

Sebagai jemaat Mesianik kita merayakan Paskah di sebuah mode Mesianik. Selain itu kami juga mengajarkan jemaat cara lain untuk merayakan Paskah di sebuah Mesianis fashion dan mengajar mereka cara Yeshua (Yesus) akan merayakannya. Untuk membantu dalam instruksi kami telah membuat Haggadah Paskah kita sendiri (The Telling), yang merupakan buku digunakan sebagai panduan untuk perayaan Paskah.

The Haggadah kami tawarkan di sini awalnya diciptakan oleh dan telah disempurnakan oleh Synagogue kami selama enam tahun terakhir. Kami telah digunakan sebagai referensi baik Yahudi dan Mesianik Haggadahs untuk membuat satu yang mudah diikuti.


Rosh Hashanah (Yom Teruah)
Jewel Yahudi:
Rosh Hashanah litterally berarti, "Head of the Year." Ini adalah Tahun Baru Yahudi karena dimulai Tinggi Hari-hari Kudus, biasanya jatuh sekitar kalender Gregorian bulan September atau Oktober. Awalnya diperintahkan dalam Imamat 23: 24 dan 25 untuk menjadi, "istirahat, pengingat dengan meniup terompet()," Teruah Yom secara harfiah berarti, "Hari Hembusan."

Rosh Hashanah adalah hari perayaan bersenang-senang dan berpesta. Ini mengantar dalam hitungan mundur untuk Yom Kippur dan mulai saat pembersihan dan pemurnian masyarakat dalam persiapan untuk permohonan untuk penebusan tahunan pada Hari Raya Pendamaian, Yom Kippur.

Yom Kippur
Diperintahkan dalam Imamat 23:26 - 32, Hari Pendamaian, diciptakan untuk menjadi suatu masa ketika orang Israel akan berpikir kembali semua dosa-dosa mereka dari tahun lalu. Mereka akan bertobat dan mempersembahkan korban dan cepat ketika mereka berdoa kepada GD untuk bertobat.

Kami di Beth-El Shaddai lebih suka untuk mengingat penebusan kita. Kami mandi dalam doa untuk hari ini tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga bagi saudara-saudara kita yang tidak mengerti bahwa Kurban Tebusan pengorbanan darah mereka telah diangkat sekali dan untuk semua dalam Mesias mereka. Kami juga mengangkat GD dan memuji Dia untuk Penebusan bahwa Dia dibuat untuk kita oleh mengalahkan kematian dan mencuci dosa-dosa kita pergi dengan Dia darah tertumpah. Darah korban Pendamaian final. Pemenuhan Yeremia 31:31 - 37.

Sukkot
Jewel Yahudi:
Diperintahkan dalam Imamat 23:33 - 36, Sukkot disebut Perayaan Pondok Daun, atau Perayaan Booths. Pada waktu tertentu, pada hari kelima belas bulan yang ketujuh (Ibrani kalender), Bani Israel akan datang bersama-sama dan membangun struktur sementara di mana mereka akan tinggal selama tujuh hari. Mereka tidak akan bekerja pada pekerjaan mereka pada hari pertama dan hari kedelapan (Shemini Azaret / Simchat Taurat) sebagai waktu mereka merayakan panen dan yang menyembelih untuk berterima kasih kepadaNya untuk menyediakan mereka dengan panen.

Chanukkah
Setiap malam dari delapan hari festival, kita merayakan dengan membaca kisah keajaiban minyak, cerita terkait dalam Daniel, dan mereka yang percaya kepada Anak Elohim Yeshua juga membaca cerita dari Yohanes 10 dan bagaimana Mesias memilih yang waktu dan tempat untuk mengumumkan bahwa Dia-lah yang dinubuatkan para nabi.

Cara yang paling grafis untuk merayakan adalah untuk menyalakan Hanukkah Menorah yang telah sembilan candleholders bukannya tujuh normal. Holder ini dapat dibeli dari toko hadiah rumah ibadat, atau hanya terbuat dari balok kayu dengan sembilan lubang bor untuk lilin kecil. The "Shamash" atau "Hamba" lilin biasanya diatur ke satu sisi, atau meningkat sedikit di tengah.

Malam pertama, sebuah lilin yang ditempatkan di posisi dan satu shamash lilin di ujungnya. Kemudian kita menyalakan shamash dengan korek api atau pemantik, kemudian mengambil shamash dari dudukannya dan cahaya lilin yang lain (s). Malam kedua, kami akan menempatkan shamash dan dua batang lilin, dll

Pada malam pertama kita tambahkan:
Barukh atah Adonai Elohenu melekh ha-olam, dia-dia-khi-Yanu v'kiyamanu v'higiyanu lazman hazeh.

Berbahagialah engkau, ya TUHAN Elohim kami, Raja alam semesta, yang telah membuat kami dalam hidup, berkesinambungan kami dan membawa kami untuk musim ini.

http://www.shaddai.com/

Menjadi bangsa Mesianik / Becoming Messianic Gentiles Share

Di seluruh dunia saat ini, orang Kristen berpuasa dan berdoa untuk kebangkitan Gereja. Hati kita berteriak untuk merek kekristenan para rasul tahu - seorang Kristen dengan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, menang yang hilang dan mengatur tawanan gratis. Itulah KeKristenan Gereja mula-mulal. Ini adalah sebuah kekuatan tidak ada ideologi atau filsafat pagan(agama babel) bisa melawan.

Selama abad terakhir, sebagai orang percaya harus berdoa dan mencari TUHAN, TUHAN telah memulihkan banyak hal pada Gereja mula-mula. Sayangnya, bagaimanapun, Gereja saat ini masih sangat berbeda dari gereja-gereja didirikan para rasul.

Kapan Gereja kehilangan kekuatan dan efektivitas yang menjadi ciri permulaannya? Sebagai salah satu studi sejarah Gereja , jelas bahwa sebagian besar perubahan ini terjadi antara keempat dan abad ketujuh. Selama periode ini, upaya sadar dibuat oleh hirarki kelembagaan untuk mengubah sifat dari apa yang Gereja.

Sebelum abad keempat, Gereja yang sangat "Yahudi" lembaga. Ajaran-ajarannya didasarkan pada pemahaman Perjanjian Lama. Inilah landasan adalah Mesias Yahudi,kaum Yahudi yang telah menerima Yeshua. Untuk sebagian besar dari abad pertama, dengan Kitab adalah Tanakh, Yahudi "Perjanjian Lama." Penyembahan Gereja didasarkan pada Mazmur, dengan banyak menyanyi, menari dan perayaan. Gereja secara teratur merayakan hari-hari raya Perjanjian Lama, bahkan sebagai Yeshua dan para rasul itu lakukan pada saat itu.

Menjadi bangsa Mesianik / Becoming Messianic Gentiles
by Robert Heidler

Penganut awal kenyataannya, dilihat diri mereka sebagai "Mesianik bangsa-bangsa lain = Mesianic Gentiles" (kata Kristen secara harfiah berarti "Mesianik" - seorang pengikut Mesias Yahudi). Mereka memandang diri mereka sendiri bukan sebagai terpisah dari Israel, dan bukan sebagai menggantikan Israel, tetapi sebagai cabang dicangkokkan ke dalam akar Israel melalui darah Yeshua. Mereka, yang pada satu waktu telah "kewargaan Israel" sekarang dibawa dekat dan membuat sesama warga negara (Ef. 2:11-19). Ini berwarna seluruh pemahaman mereka tentang apa Kekristenan itu, dan bagaimana mereka berhubungan dengan Tuhan.

Namun dimulai pada abad keempat, para pemimpin Gereja, terpikat dengan filsafat Yunani pagan (agama babel kuno), berusaha untuk membersihkan Gereja dari akar Yahudi. Berulang-ulang, dewan mengutuk peringatan dari perayaan Kitab Suci. Di tempat mereka, mereka menggantikan "dikristenkan" versi pesta pagan Yunani. Sebagai contoh, daripada Mesias merayakan kematian dan kebangkitan dalam konteks Paskah sebagaimana rasul pada waktu itu, mereka menggunakan pesta perayaan pagan (dewi kesuburan), Ishtar - dengan demikian asal usul nama Paskah (easter).

Para asketisme dari para filsuf pagan membunuh Daud gembira, kegembiraan dari ibadah yaitu didirikannya tempat monastisisme dan khidmat ritual ibadah Kristen abad pertengahan. Dalam proses perubahan ini, Gereja ditinggalkan dalam sistem Perjanjian Lama, dan dibangun kembali di atas fondasi filsafat Yunani dan budaya.

Aku percaya bahwa Gereja tidak akan sepenuhnya pulih sampai kita melihat kekristenan dalam konteks Yahudi sebagai Gereja Perjanjian Baru itu. Sekarang, saya tidak berbicara di sini tentang Judaisme. Judaisme adalah penolakan terhadap rahmat Tuhan demi yang legalitas dari sistem Perjanjian Lama. Kita harus berdiri dalam rahmat dan kebebasan Mesias dimana kita telah lunas dibeli untuk menjadi umat tebusanNYA.

Kebenaran dan gambar yang ada dalam akar Yahudi Kristen tidak unsur-unsur asing yang diimpor dari agama yang berbeda. Unsur-unsur ini ( Kebenaran) yang diberikan olehTuhan untuk kepentingan kita.Bangsa-bangsa lain dirancang oleh Tuhan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik untuk hubungan yahudi dengan-Nya. Setiap orang yang telah mempelajari Kitab suci tahu bahwa yahudi tidak dapat mengerti Perjanjian Baru selain dari Lama. Ketika Yohannes pembaptis mengumumkan, "Lihatlah Domba Elohim," ia berbicara dalam konteks sistem korban Yahudi. Kita tidak dapat mengerti pernyataan Yohanes, atau bahkan, karya Yeshua, selain itu Perjanjian Lama . Demikian juga, kita tidak dapat sepenuhnya memahami peristiwa-peristiwa dalam Kisah 2 tanpa memahami karya Roh yang dijelaskan dalam ayat-ayat seperti Bilangan 11 atau Yoel 2.

Ketika kita mempelajar tentang akar keimanan Yahudi, kita menemukan bagian setelah bagian yang masuk ke fokus yang lebih jelas, dengan panjang-signifikansi tersembunyi terungkap. Bagian-bagian yang membuat rasa kecil tiba-tiba menjadi hidup. Kita memperoleh pemahaman yang lebih dalam Kovenan(Perjanjian) dan hak-hak kita, dan bagaimana Tuhan berkeinginan untuk berhubungan dengan yahudi.

Orang Yahudi yang datang untuk mengenal Mesias mereka kadang-kadang disebut sebagai "selesai" Yahudi. Itu penjelasan yang baik. Tapi saya percaya itu juga benar bahwa ketika seorang bukan Yahudi Kristen datang untuk mengetahui warisan Yahudi imannya, ia menjadi sebuah "selesai" bangsa-bangsa lain!

Yeshua adalah tidak hanya Juruselamat dunia, tetapi Mesias Israel - dan Mesias yahudi. Rahmat-Nya untuk yahudi telah dibuat untuk menjadi warga negara dalam persemakmuran (rohaniah). Semakin kita tahu dari warisan kita, semakin kaya dan lebih lengkap kebersamaan kita didalam Tuhan.



=============================================================

Becoming Messianic Gentiles
by Robert Heidler

All over the world today, Christians are fasting and praying for a revival of the Church. Our hearts cry out for the brand of Christianity the apostles knew -- a Christianity with the power to heal the sick, win the lost and set the captives free. That's the Christianity the early Church had. It was a force no pagan ideology or philosophy could stand against.

Over the last century, as believers have prayed and sought the L-RD, G-d has graciously restored much that the early Church possessed. Sadly, however, the Church today remains very different from the churches the apostles established.

When did the Church lose the power and effectiveness that characterized its beginnings? As one studies Church history, it is evident that most of this change took place between the fourth and the seventh century. During this time period, a conscious effort was made by the institutional hierarchy to change the very nature of what the Church was.

Prior to the fourth century, the Church was a very "Jewish" institution. Its teachings were based on the Old Testament understanding of G-d. Its cornerstone was the Jewish Messiah, Yeshua. For most of the first century, its Bible was the Tanach, the Jewish "Old Testament." The worship of the Church was based on the Psalms, with much singing, dancing and celebration. Churches regularly celebrated the Old Testament feasts, even as Yeshua and the apostles had.

The early believers in fact, viewed themselves as "Messianic Gentiles" (the word Christian literally means "Messianic" -- a follower of the Jewish Messiah). They viewed themselves not as separate from Israel, and not as replacing Israel, but as branches grafted into the root of Israel through the blood of Yeshua. They, who at one time had been "aliens from the commonwealth of Israel" were now brought near and made fellow citizens (Eph. 2:11-19). This colored their whole understanding of what Christianity was, and of how they related to Gd.

Beginning in the fourth century, however, Church leaders, enamored with the pagan Greek philosophy of the day, attempted to purge the Church of its Jewish roots. Repeatedly, councils condemned the observances of the Biblical feasts. In their place they substituted "Christianized" versions of pagan Greek feasts. For example, instead of celebrating Messiah's death and resurrection in the context of the Passover as the apostles had, they used the feast of the pagan fertility goddess, Ishtar -- thus the origination of the name Easter.

The asceticism of the pagan philosophers killed the joyful exuberance of Davidic worship and established in its place monasticism and the solemn rituals of medieval Christian worship. In the process of these changes, the Church abandoned its Old Testament foundation, and was rebuilt on the foundation of Greek philosophy and culture.

I believe the Church will never be fully restored until we see Christianity in its Jewish context as the New Testament Church did. Now, I am not talking here about Judaizing. Judaizing was a rejection of G-d's grace in favor of the legalism of the Old Testament system. We must stand in the grace and freedom our Messiah purchased for us!

The truths and pictures inherent in the Jewish roots of Christianity are not some foreign elements imported from a different religion. These elements were given by G-d for our benefit. They were designed by G-d to give us a better understanding of our relationship with Him. Anyone who has studied the Bible knows that we cannot understand the New Testament apart from the Old. When John the baptist announced, "Behold the Lamb of G-d," he was speaking in the context of the Jewish sacrificial system. We cannot understand John's statement, or indeed, the work of Yeshua, apart from that Old Testament revelation. Likewise, we can't fully understand the events in Acts 2 without understanding the work of the Spirit described in passages such as Numbers 11 or Joel 2.

As we learn about the Jewish roots of our faith, we find passage after passage coming into clearer focus, with long-hidden significance revealed. Passages that made little sense suddenly spring to life. We gain a deeper understanding of our Covenant rights, and of how G-d desires to relate to us.

Jews who come to know their Messiah are sometimes referred to as "completed" Jews. That's a good description. But I believe it's also true that when a Gentile Christian comes to know the Jewish heritage of his faith, he becomes a "completed" Gentile!

Yeshua is not only the Savior of the world, but the Messiah of Israel -- and our Messiah. By His grace, we have been made fellow citizens in that commonwealth. The more we know of that heritage, the richer and more complete we will be.

-- Robert Heidler

Did you ever / are worried??

Did you ever / are worried??, I think everyone has experienced it, maybe some of these words of wisdom can help calm your mind:

"Therefore I say unto you: Do not worry about your life, what would you eat or drink, and do not worry too will your body, be what you want to use. Is not life more important than the food and the body more important than the clothing? "
Matthew 6:25

Who among you is because of fears it could add sehasta in his life?
Matthew 6:27

So, if you are not able to make the smallest things, why do you worry about other things?
Luke 12:26

But seek first His kingdom and His righteousness, and all these things shall be added unto you.
Matthew 6:33

Therefore do not worry about tomorrow, for tomorrow has his own troubles. Troubles day to day is enough.
Matthew 6:34

Do not be anxious about anything, but in every thing to God in prayer and supplication with thanksgiving.
Philippians 4:6

Casting all your cares on Him, for He cares for you.
1 Peter 5:7

Usually, people are more worried about things I can not see than what can be seen.
Julius Caesar

Will not eliminate worries sadness tomorrow, but will take the edge today.
Leo Buscaglia

We suffer more by imagination than by fact.
Seneca

Stupid. That worries. What a waste of mental energy is stupid. Has been calculated that approximately ninety-two percent of the worries never happened. You can handle the remaining 8 percent.
Norman Vincent Peale

Those who have suffered will not worry about what they worry about.
Montaigne, Essays, 1588

I experienced a lot of worries, but most had never happened.
Mark Twain

Worry about the same as paying interest for money that you may never borrow.
William Ralph Inge

No point in opening the umbrella before it rains.
Alice Caldwell Rice

The handle of my life is: Berjagalah for the worst, hope will be the best thing and accept whatever comes.
Robert E. Speer

If you believe that feeling sad or worried in a long time can change the past and the future, then you are on the planet with a different reality.
William James

Let us improve the sense of fear into healthy thinking and planning.
Winston Churchill

Nothing drains the body like worry, and those who have faith in God should be ashamed to worry about anything.
Mahatma Gandhi

No one will be drowned by the weight a day. But when the next load to the load plus this day, no one is able to bear it.
George Macdonald

Worry is the cycle of inefficient thought revolving around a center of fear.
Corrie ten Boom


When I looked back to see all my worries, I remember the story of an old man on his deathbed that he had many worries in life, most of which never happened.
Winston Churchill

Overcoming fear can be done by living one day at a time even for a moment every time. Your worries will fall no meaning.
Robert Anthony

When people are worried about shortcomings would be grateful that they have wealth, they will stop worry.
Dale Carnegie


Anxiety-like people - will grow if you keep it.
Author unknown


If you want to test your memory, try to recall what you worry about a year ago on this day.
E. Joseph Cossman

Many people collect wood file to build bridges they never cross.
Author unknown

Worried like a rocking chair, which gives you something to do but you never got anywhere.
Glenn Turner

Worry often gives a great idea for something small.
Swedish proverb

We can easily overcome if we want to retrieve only the burden of today. But the burden became too heavy for us if we have to bear the burden of the day yesterday at the load plus the load today tomorrow before we have to bear it.
John Newton

Do not bring tomorrow to bed with you.
Norman Vincent Peale

Day worry more tiring than the work week.
John Lubbock

How much pain we have to pay, for the evil that never happened.
Thomas Jefferson

Sadness has a limit, there is no limit to anxiety. We sadly only for things that have happened, but worried for all the things that might happen.
Pliny the Younger

Real difficulties can be overcome, but we imagine can not be conquered.
Theodore N. Vail

Sorrow looks back. Worries look around. Faith looked up.
Anonymous (Guideposts)



I also had a brief illustration of the concerns that have been too far away .... this story:

On one night a priest received a call from a mother.
"What is not?" Asked the priest.
"Well sir, I was always worried," replied the mother.
"Worried what not?"
"I was a widow, sir, my second child, a boy."
"What do mothers worry about?"
"I'm afraid that my son would have married and my daughter does not love me, I'm sick, I'll go who?"
"What women are sick?"
"Not."
"So a healthy mother. Does your son have a girlfriend?"
"No sir,"
"It's What number of their age, and they are now working dimanakan??"
"They were small little pack, is they sleep next to me."
"Gosh!" said the priest.

It worries often painful, difficult, eliminating the joy that should exist. If you are often overwhelmed with anxiety, perhaps the wise words of the above can help you eliminate your worries.

Bagaimana Santo Nicholas menjadi Santa Claus

Bagaimana Santo Nicholas menjadi Santa Claus

a. Nicholas dilahirkan di Parara, Turki dengan 270 Masehi dan kemudian menjadi Uskup di Myra. Dia meninggal pada 345 Masehi pada Desember 6. Ia hanya nama orang suci di abad ke-19.

b. Nicholas paling senior di antara para uskup yang mengadakan Konsili Nicaea pada 325 CE dan menciptakan Perjanjian Baru. Teks mereka memproduksi orang-orang Yahudi digambarkan sebagai "anak-anak setan" [11] yang dijatuhi hukuman mati kepada Yesus.

c. Tahun 1087, sekelompok pelaut yang mengidolakan Nicholas memindahkan tulang dari Turki ke sebuah tempat perlindungan di Bari, Italia. Ada digantikan Nicholas perempuan memberi anugerah-dewa bernama The Nenek, atau Pasqua Epiphania, yang digunakan untuk mengisi stoking anak-anak dengan hadiah. Si Nenek digulingkan dari kuil di Bari, yang menjadi pusat kultus Nicholas. Anggota dari kelompok ini saling memberi hadiah selama arak-arakan mereka dilakukan setiap tahun pada hari ulang tahun Nicholas kematian, December 6.

d. Kultus Nicholas menyebar di utara sampai diadopsi oleh Jerman dan Celtic pagan. Kelompok-kelompok ini menyembah dewa yang dipimpin oleh kepala mereka Woden-dewa dan ayah dari Thor, Balder, dan Tiw. Woden memiliki panjang, janggut putih dan mengendarai kuda melalui langit suatu malam setiap musim gugur. Ketika Nicholas bergabung dengan Woden, ia melepas Mediterania penampilan, tumbuh jenggot, naik kuda terbang, dijadwal ulang pesawat untuk Desember, dan mengenakan pakaian musim dingin yang berat.

e. Dalam sebuah tawaran untuk penganut pagan di Eropa Utara, Gereja Katolik mengadopsi kultus Nicholas dan mengajarkan bahwa dia (dan mereka harus) mendistribusikan hadiah pada tanggal 25 Desember bukan Desember 6th.

f. Pada tahun 1809, novelis Washington Irving (paling terkenal bukunya, The Legend of Sleepy Hollow dan Rip Van Winkle) menulis sebuah satir dari kebudayaan Belanda berjudul Sejarah Knickerbocker. Film satire mengacu beberapa kali untuk berjanggut putih, terbang-berkuda Santo Nikolas dengan menggunakan nama Belanda, Santa Claus.

g. Dr Clement Moore, seorang profesor di Union Seminary, membaca Knickerbocker Sejarah, dan tahun 1822 dia menerbitkan sebuah puisi yang didasarkan pada karakter Santa Claus: "Sungguh pada malam sebelum Natal, ketika seluruh rumah, tidak ada makhluk yang bergerak, bahkan tikus. Kaus kaki digantung oleh cerobong asap dengan hati-hati, dengan harapan bahwa Santo Nicholas segera akan berada di sana ... "Moore inovasi dengan menggambarkan Santa dengan delapan rusa kutub yang turun melalui cerobong asap.

h. Bavarian ilustrator Thomas Nast hampir selesai gambar modern Santa Claus. Dari 1862 sampai 1886, yang didasarkan pada puisi Moore, Nast menarik lebih dari 2.200 gambar kartun Santa untuk Harper's Weekly. Sebelum Nast, Saint Nicholas telah digambarkan sebagai segala sesuatu dari yang tegas uskup untuk mencari gnome-seperti sebuah tokoh dalam sebuah gaun. Nast juga memberikan sebuah rumah Santa di Kutub Utara, bengkelnya penuh dengan elf, dan daftar yang baik dan buruk anak-anak di dunia. Semua Santa yang hilang adalah pakaian merah.

i. Pada tahun 1931, Coca Cola Corporation terjangkit seniman komersial Swedia Haddon Sundblom untuk menciptakan coke-minum Santa. Santa Sundblom model-nya temannya Lou Prentice, dipilih untuk ceria, wajah gemuk. Korporasi bersikeras bahwa Santa bulu-setelan dipangkas menjadi terang, Coca Cola merah. Dan Santa lahir - campuran tentara salib Kristen, pagan dewa, dan berhala komersial.

The Real Story of Christmas

I. Kapan Yesus dilahirkan?

A. Pada umumnya mitos menempatkan kelahirannya pada tanggal 25 Desember pada tahun 1 Masehi

B. Perjanjian Baru tidak memberikan tanggal atau tahun untuk kelahiran Yesus. Injil yang paling awal - St Markus, ditulis sekitar 65 CE - dimulai dengan baptisan Yesus dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa umat Kristen mula-mula tidak memiliki minat atau pengetahuan tentang Yesus 'lahir.

C. Tahun kelahiran Yesus ditentukan oleh Dionisius Exiguus, seorang biarawan Scythian, "abbas dari biara Romawi. Perhitungan-Nya berjalan sebagai berikut:

a. Di Romawi, era pra-Kristen, tahun itu dihitung dari ab urbe condita ( "pendirian Kota" [Roma]). Maka 1 AUC menandakan tahun Roma didirikan, 5 AUC menandakan tahun ke-5 pemerintahan Roma, dll

b. Dionisius menerima tradisi bahwa kaisar Romawi Augustus berkuasa 43 tahun, dan diikuti oleh Kaisar Tiberius.

c. Lukas 3:1,23 menunjukkan bahwa ketika Yesus berusia 30 tahun, itu adalah tahun ke-15 pemerintahan Tiberius.

d. Jika Yesus adalah 30 tahun di Tiberias 'memerintah, maka ia tinggal 15 tahun di bawah Augustus (menempatkan Yesus lahir di Augustus' 28 tahun pemerintahan).

e. Augustus mengambil alih kekuasaan di AUC 727. Oleh karena itu, Dionysius menempatkan Yesus lahir pada AUC 754.

f. Namun, tempat-tempat Luk 1:5 Yesus lahir pada zaman Herodes, dan Herodes mati pada tahun 750 AUC - empat tahun sebelum tahun Dionisius tempat di mana Yesus lahir.

D. Joseph A. Fitzmyer - Profesor Emeritus of Biblical Studies di Universitas Katolik Amerika, anggota Komisi Kitab Suci Kepausan, dan mantan presiden Asosiasi Alkitab Katolik - menulis dalam Gereja Katolik komentar resmi di Perjanjian Baru [1], menulis tentang tanggal kelahiran Yesus, "Meskipun tahun [dari kelahiran Yesus tidak memperhitungkan kepastian, kelahiran tidak terjadi dalam AD 1. Era Kristen, seharusnya titik awalnya pada tahun kelahiran Yesus, didasarkan pada kesalahan perhitungan diperkenalkan ca. 533 oleh Dionysius Exiguus. "

E. DePascha Computus, dokumen anonim diyakini telah ditulis di Afrika Utara sekitar 243 CE, menempatkan Yesus lahir pada 28 Maret. Clement, seorang uskup dari Alexandria (wafat ca. 215 M), pikir Yesus dilahirkan pada 18 November. Berdasarkan catatan sejarah, Fitzmyer dugaan bahwa Yesus kelahiran terjadi pada 11 September, 3 SM.



II. Bagaimana Apakah Natal Dirayakan pada tanggal 25 Desember?

A. pagan Romawi pertama kali memperkenalkan libur Saturnalia, seminggu periode panjang kejahatan dirayakan antara 17-25 Desember. Selama periode ini, pengadilan Romawi tertutup, dan hukum Romawi menentukan bahwa tak seorang pun dapat dihukum karena merusak properti atau melukai orang selama perayaan selama seminggu. Festival / Perayaan dimulai ketika penguasa Romawi memilih "musuh orang-orang Romawi" untuk mewakili "Tuhan Misrule." Setiap masyarakat Romawi memilih korban yang mereka dipaksa untuk menikmati makanan dan kenikmatan fisik lainnya sepanjang minggu. Pada festival kesimpulan, Desember 25, penguasa Roma percaya bahwa mereka sedang menghancurkan kekuatan kegelapan dengan secara brutal membunuh pria tak bersalah ini atau perempuan.

B. penulis Yunani kuno penyair dan sejarawan Lucian (dalam dialog yang berjudul Saturnalia) menggambarkan ketaatan festival di masanya. Selain korban manusia, ia menyebutkan kebiasaan ini: luas keracunan; pergi dari rumah ke rumah sambil menyanyikan telanjang; perkosaan dan lisensi seksual lainnya, dan mengkonsumsi biskuit berbentuk manusia (masih diproduksi dalam beberapa bahasa Inggris dan sebagian besar toko roti Jerman selama musim Natal) .

C. Pada abad ke-4 Masehi, Kristen mengimpor festival Saturnalia berharap untuk mengambil/ mengadopsi masa/era kafir dengan hal itu. Pemimpin Kristen berhasil mengubah Kristen sejumlah besar orang-orang kafir dengan menjanjikan mereka bahwa mereka dapat terus merayakan Saturnalia sebagai orang Kristen. [2]

D. Masalahnya adalah bahwa tidak ada yang secara intrinsik Kristen tentang Saturnalia. Untuk memperbaiki hal ini, para pemimpin Kristen ini bernama Saturnalia's penutup hari, Desember 25,untuk kelahiran Yesus.

E. Kristen tidak berhasil, Namun, menyempurnakan praktek Saturnalia. Saat Stephen Nissenbaum, profesor sejarah di University of Massachusetts, Amherst, menulis, "Sebagai imbalan besar untuk memastikan pelaksanaan peringatan kelahiran Juruselamat dengan menetapkan ke tanggal resonan ini, Gereja secara diam-diam karena sebagian setuju untuk mengizinkan liburan ke dirayakan lebih atau kurang cara sejak dulu. "paling awal liburan Natal dirayakan dengan minum, kegemaran seksual, menyanyi telanjang di jalan-jalan (prekursor caroling modern), dll

F. Increase Mather Pendeta Boston pada tahun 1687 mengamati bahwa "Kristen awal yang pertama kali mengamati Kelahiran pada tanggal 25 Desember tidak melakukannya berpikir bahwa Kristus lahir di Bulan tersebut, tetapi karena kepercayaan kafir 'Saturnalia pada waktu itu terus di Roma , dan mereka bersedia untuk memiliki Perayaan Pagan yang bermetamorfosis menjadi orang Kristen. "[3] Karena diketahui asal-usul pagan, Natal dilarang oleh kaum Puritan dan ketaatan itu ilegal di Massachusetts antara 1659 dan 1681. [4] Namun, Natal ini dan masih dirayakan oleh kebanyakan orang Kristen.

G. Beberapa kebiasaan yang paling bejat dari karnaval Saturnalia yang sengaja dihidupkan kembali oleh Gereja Katolik pada 1466 ketika Paus Paulus II, untuk hiburan dari warga negara Romawi, orang Yahudi dipaksa untuk telanjang melalui jalan-jalan kota. Seorang saksi mata melaporkan, "Sebelum mereka harus berlari, orang-orang Yahudi kaya makan, sehingga membuat balapan lebih sulit bagi mereka dan pada saat yang sama lebih menyenangkan bagi penonton. Mereka berlari ... di tengah mengejek Roma jerit dan tawa, sementara Bapa Suci berdiri di atas balkon dihiasi kaya dan tertawa terbahak-bahak. "[5]

H. Sebagai bagian dari karnaval Saturnalia sepanjang abad 18 dan 19 Masehi, para rabi dari ghetto di Roma dipaksa untuk memakai pakaian seperti pelawak dan berbaris melalui jalan-jalan ke kota ejekan dari kerumunan, dilempari oleh berbagai batu. Ketika komunitas Yahudi Roma mengirim petisi untuk in1836 Pope Gregory XVI memintanya untuk menghentikan penyalahgunaan Saturnalia tahunan komunitas Yahudi, ia menjawab, "Hal ini tidak menguntungkan untuk membuat inovasi." [6] Pada tanggal 25 Desember 1881, melecut para pemimpin Kristen massa Polandia ke Antisemitic Kegilaan yang menimbulkan kerusuhan di seluruh negeri. 12 orang Yahudi di Warsawa secara brutal dibunuh, sejumlah besar menjadi cacat, dan banyak Yahudi perempuan diperkosa. Dua juta rubel properti senilai hancur.



III. The Origins of Christmas Bea

A. The Origin of Christmas Tree
Sama seperti orang Kristen awal pagan Romawi direkrut oleh mengasosiasikan Natal dengan Saturnalia, demikian juga penyembah kultus Asheira dan cabang-cabangnya direkrut oleh Gereja sanksi "Pohon Natal". [7] Pagans sudah lama menyembah pohon-pohon di hutan, atau membawa mereka ke rumah mereka dan menghiasi mereka, dan ketaatan ini diadopsi dan dicat dengan veneer Kristen oleh Gereja.

B. The Origin of Mistletoe
Mitologi Nordik menceritakan bagaimana dewa Balder tewas menggunakan mistletoe panah oleh musuhnya dewa Hoder sementara berjuang untuk Nanna perempuan. Mistletoe ritual Druid menggunakan mereka meracuni korban korban manusia. [8] kebiasaan Kristen "mencium di bawah mistletoe/ tumbuhan hiasan natal" adalah sintesis kemudian izin seksual Saturnalia dengan pengorbanan Druidic kultus. [9]

C. The Origin of Christmas Presents
Pra-Kristen di Roma, para kaisar memaksa warga mereka yang paling hina untuk membawa persembahan dan hadiah selama Saturnalia (pada Desember) dan Kalends (bulan Januari). Belakangan, ritual ini diperluas untuk mencakup pemberian hadiah di antara rakyat umum. Gereja Katolik kebiasaan ini memberikan rasa Kristen dengan re-milih dalam pemberian hadiah seharusnya Saint Nicholas (lihat di bawah). [10]

D. The Origin of Santa Claus

a. Nicholas dilahirkan di Parara, Turki dengan 270 Masehi dan kemudian menjadi Uskup di Myra. Dia meninggal pada 345 Masehi pada Desember 6. Ia hanya nama orang suci di abad ke-19.

b. Nicholas paling senior di antara para uskup yang mengadakan Konsili Nicaea pada 325 CE dan menciptakan Perjanjian Baru. Teks mereka memproduksi orang-orang Yahudi digambarkan sebagai "anak-anak setan" [11] yang dijatuhi hukuman mati kepada Yesus.

c. Tahun 1087, sekelompok pelaut yang mengidolakan Nicholas memindahkan tulang dari Turki ke sebuah tempat perlindungan di Bari, Italia. Ada digantikan Nicholas perempuan memberi anugerah-dewa bernama The Nenek, atau Pasqua Epiphania, yang digunakan untuk mengisi stoking anak-anak dengan hadiah. Si Nenek digulingkan dari kuil di Bari, yang menjadi pusat kultus Nicholas. Anggota dari kelompok ini saling memberi hadiah selama arak-arakan mereka dilakukan setiap tahun pada hari ulang tahun Nicholas kematian, December 6.

d. Kultus Nicholas menyebar di utara sampai diadopsi oleh Jerman dan Celtic pagan. Kelompok-kelompok ini menyembah dewa yang dipimpin oleh kepala mereka Woden-dewa dan ayah dari Thor, Balder, dan Tiw. Woden memiliki panjang, janggut putih dan mengendarai kuda melalui langit suatu malam setiap musim gugur. Ketika Nicholas bergabung dengan Woden, ia melepas Mediterania penampilan, tumbuh jenggot, naik kuda terbang, dijadwal ulang pesawat untuk Desember, dan mengenakan pakaian musim dingin yang berat.

e. Dalam sebuah tawaran untuk penganut pagan di Eropa Utara, Gereja Katolik mengadopsi kultus Nicholas dan mengajarkan bahwa dia (dan mereka harus) mendistribusikan hadiah pada tanggal 25 Desember bukan Desember 6th.

f. Pada tahun 1809, novelis Washington Irving (paling terkenal bukunya, The Legend of Sleepy Hollow dan Rip Van Winkle) menulis sebuah satir dari kebudayaan Belanda berjudul Sejarah Knickerbocker. Film satire mengacu beberapa kali untuk berjanggut putih, terbang-berkuda Santo Nikolas dengan menggunakan nama Belanda, Santa Claus.

g. Dr Clement Moore, seorang profesor di Union Seminary, membaca Knickerbocker Sejarah, dan tahun 1822 dia menerbitkan sebuah puisi yang didasarkan pada karakter Santa Claus: "Sungguh pada malam sebelum Natal, ketika seluruh rumah, tidak ada makhluk yang bergerak, bahkan tikus. Kaus kaki digantung oleh cerobong asap dengan hati-hati, dengan harapan bahwa Santo Nicholas segera akan berada di sana ... "Moore inovasi dengan menggambarkan Santa dengan delapan rusa kutub yang turun melalui cerobong asap.

h. Bavarian ilustrator Thomas Nast hampir selesai gambar modern Santa Claus. Dari 1862 sampai 1886, yang didasarkan pada puisi Moore, Nast menarik lebih dari 2.200 gambar kartun Santa untuk Harper's Weekly. Sebelum Nast, Saint Nicholas telah digambarkan sebagai segala sesuatu dari yang tegas uskup untuk mencari gnome-seperti sebuah tokoh dalam sebuah gaun. Nast juga memberikan sebuah rumah Santa di Kutub Utara, bengkelnya penuh dengan elf, dan daftar yang baik dan buruk anak-anak di dunia. Semua Santa yang hilang adalah pakaian merah.

i. Pada tahun 1931, Coca Cola Corporation terjangkit seniman komersial Swedia Haddon Sundblom untuk menciptakan coke-minum Santa. Santa Sundblom model-nya temannya Lou Prentice, dipilih untuk ceria, wajah gemuk. Korporasi bersikeras bahwa Santa bulu-setelan dipangkas menjadi terang, Coca Cola merah. Dan Santa lahir - campuran tentara salib Kristen, pagan dewa, dan berhala komersial.



IV. Natal Challenge

· Natal selalu dirayakan liburan sembarangan. Selama ribuan tahun, pagan, Kristen, dan bahkan orang-orang Yahudi disapu di musim perayaan, dan sangat sedikit orang yang pernah berhenti untuk mempertimbangkan makna intrinsik perayaan itu, sejarah, atau asal-usul.

· Natal merayakan kelahiran dewa Kristen yang datang untuk menyelamatkan umat manusia dari "kutukan Taurat." Ini adalah jam 24-deklarasi bahwa Yudaisme tidak lagi berlaku.

· Natal adalah dusta. Ada gereja Kristen dengan tradisi bahwa Yesus itu benar-benar dilahirkan pada tanggal 25 Desember.

· 25 Desember adalah hari di mana orang Yahudi telah dipermalukan, disiksa, dan dibunuh.

· Banyak dari tradisi Natal yang paling populer - termasuk pohon Natal, mistletoe, hadiah Natal, dan Santa Claus - adalah inkarnasi modern yang paling bejat ritual pagan yang pernah berlatih di muka bumi.



Banyak orang yang penuh semangat mempersiapkan perayaan Natal mereka lebih suka tidak mengetahui tentang liburan signifikansi nyata. Jika mereka tidak mengetahui sejarah, mereka sering objek bahwa perayaan mereka tidak ada hubungannya dengan hari libur's mengerikan sejarah dan makna. "Kami hanya bersenang-senang."

Bayangkan bahwa antara 1933-45, rezim Nazi Adolf Hitler merayakan ulang tahun - 20 April - sebagai hari libur. Membayangkan bahwa mereka bernama hari, "Hitlerday," dan mengamati hari dengan pesta, mabuk-mabukan, pemberian hadiah, dan berbagai praktik kafir. Bayangkan bahwa pada hari itu, orang Yahudi secara historis jahat tunduk kepada penyiksaan, dan pelecehan, dan bahwa hal ini terus berlangsung selama berabad-abad.

Sekarang, bayangkan bahwa Anda hebat-hebat-hebat-cucu hendak merayakan Hitlerday. April 20 tiba. Mereka sudah lama melupakan Auschwitz dan Bergen Belsen. Mereka belum pernah mendengar tentang kamar gas atau kematian pawai. Mereka telah membeli sampanye dan kaviar, dan hendak memulai pesta, ketika seseorang mengingatkan mereka tentang hari itu sejarah nyata dan nenek moyang mereka 'penderitaan. Membayangkan bahwa pada awalnya mereka keberatan, "Kami tidak merayakan Holocaust, kami hanya memiliki sedikit Hitlerday pesta." Jika Anda bisa bepergian ke masa depan dan bertemu dengan mereka, jika anda bisa mengatakan beberapa kata kepada mereka, apa yang akan Anda menasihati mereka untuk melakukan pada Hitlerday?

Pada tanggal 25 Desember 1941, Julius Streicher, salah satu yang paling kejam Hitler asisten, merayakan Natal dengan menuliskan editorial berikut di koran rabidly Antisemitic, Der Stuermer:

Jika seseorang benar-benar ingin mengakhiri makmur yang terus-menerus kutukan ini dari surga itu adalah darah Yahudi, hanya ada satu cara untuk melakukannya: untuk membasmi bangsa ini, putra setan ini, akar dan cabang.

Itu adalah pemikiran yang sesuai untuk hari ini. Natal ini, bagaimana kita merayakan?


AUTHOR: LAWRENCE KELEMEN.
http://www.simpletoremember.com/vitals/Christmas_TheRealStory.htm

I. When was Jesus born?

A. Popular myth puts his birth on December 25th in the year 1 C.E.

B. The New Testament gives no date or year for Jesus’ birth. The earliest gospel – St. Mark’s, written about 65 CE – begins with the baptism of an adult Jesus. This suggests that the earliest Christians lacked interest in or knowledge of Jesus’ birthdate.

C. The year of Jesus birth was determined by Dionysius Exiguus, a Scythian monk, “abbot of a Roman monastery. His calculation went as follows:

a. In the Roman, pre-Christian era, years were counted from ab urbe condita (“the founding of the City” [Rome]). Thus 1 AUC signifies the year Rome was founded, 5 AUC signifies the 5th year of Rome’s reign, etc.

b. Dionysius received a tradition that the Roman emperor Augustus reigned 43 years, and was followed by the emperor Tiberius.

c. Luke 3:1,23 indicates that when Jesus turned 30 years old, it was the 15th year of Tiberius reign.

d. If Jesus was 30 years old in Tiberius’ reign, then he lived 15 years under Augustus (placing Jesus birth in Augustus’ 28th year of reign).

e. Augustus took power in 727 AUC. Therefore, Dionysius put Jesus birth in 754 AUC.

f. However, Luke 1:5 places Jesus’ birth in the days of Herod, and Herod died in 750 AUC – four years before the year in which Dionysius places Jesus birth.

D. Joseph A. Fitzmyer – Professor Emeritus of Biblical Studies at the Catholic University of America, member of the Pontifical Biblical Commission, and former president of the Catholic Biblical Association – writing in the Catholic Church’s official commentary on the New Testament[1], writes about the date of Jesus’ birth, “Though the year [of Jesus birth is not reckoned with certainty, the birth did not occur in AD 1. The Christian era, supposed to have its starting point in the year of Jesus birth, is based on a miscalculation introduced ca. 533 by Dionysius Exiguus.”

E. The DePascha Computus, an anonymous document believed to have been written in North Africa around 243 CE, placed Jesus birth on March 28. Clement, a bishop of Alexandria (d. ca. 215 CE), thought Jesus was born on November 18. Based on historical records, Fitzmyer guesses that Jesus birth occurred on September 11, 3 BCE.



II. How Did Christmas Come to Be Celebrated on December 25?

A. Roman pagans first introduced the holiday of Saturnalia, a week long period of lawlessness celebrated between December 17-25. During this period, Roman courts were closed, and Roman law dictated that no one could be punished for damaging property or injuring people during the weeklong celebration. The festival began when Roman authorities chose “an enemy of the Roman people” to represent the “Lord of Misrule.” Each Roman community selected a victim whom they forced to indulge in food and other physical pleasures throughout the week. At the festival’s conclusion, December 25th, Roman authorities believed they were destroying the forces of darkness by brutally murdering this innocent man or woman.

B. The ancient Greek writer poet and historian Lucian (in his dialogue entitled Saturnalia) describes the festival’s observance in his time. In addition to human sacrifice, he mentions these customs: widespread intoxication; going from house to house while singing naked; rape and other sexual license; and consuming human-shaped biscuits (still produced in some English and most German bakeries during the Christmas season).

C. In the 4th century CE, Christianity imported the Saturnalia festival hoping to take the pagan masses in with it. Christian leaders succeeded in converting to Christianity large numbers of pagans by promising them that they could continue to celebrate the Saturnalia as Christians.[2]

D. The problem was that there was nothing intrinsically Christian about Saturnalia. To remedy this, these Christian leaders named Saturnalia’s concluding day, December 25th, to be Jesus’ birthday.

E. Christians had little success, however, refining the practices of Saturnalia. As Stephen Nissenbaum, professor history at the University of Massachussetts, Amherst, writes, “In return for ensuring massive observance of the anniversary of the Savior’s birth by assigning it to this resonant date, the Church for its part tacitly agreed to allow the holiday to be celebrated more or less the way it had always been.” The earliest Christmas holidays were celebrated by drinking, sexual indulgence, singing naked in the streets (a precursor of modern caroling), etc.

F. The Reverend Increase Mather of Boston observed in 1687 that “the early Christians who first observed the Nativity on December 25 did not do so thinking that Christ was born in that Month, but because the Heathens’ Saturnalia was at that time kept in Rome, and they were willing to have those Pagan Holidays metamorphosed into Christian ones.”[3] Because of its known pagan origin, Christmas was banned by the Puritans and its observance was illegal in Massachusetts between 1659 and 1681.[4] However, Christmas was and still is celebrated by most Christians.

G. Some of the most depraved customs of the Saturnalia carnival were intentionally revived by the Catholic Church in 1466 when Pope Paul II, for the amusement of his Roman citizens, forced Jews to race naked through the streets of the city. An eyewitness account reports, “Before they were to run, the Jews were richly fed, so as to make the race more difficult for them and at the same time more amusing for spectators. They ran… amid Rome’s taunting shrieks and peals of laughter, while the Holy Father stood upon a richly ornamented balcony and laughed heartily.”[5]

H. As part of the Saturnalia carnival throughout the 18th and 19th centuries CE, rabbis of the ghetto in Rome were forced to wear clownish outfits and march through the city streets to the jeers of the crowd, pelted by a variety of missiles. When the Jewish community of Rome sent a petition in1836 to Pope Gregory XVI begging him to stop the annual Saturnalia abuse of the Jewish community, he responded, “It is not opportune to make any innovation.”[6] On December 25, 1881, Christian leaders whipped the Polish masses into Antisemitic frenzies that led to riots across the country. In Warsaw 12 Jews were brutally murdered, huge numbers maimed, and many Jewish women were raped. Two million rubles worth of property was destroyed.



III. The Origins of Christmas Customs

A. The Origin of Christmas Tree
Just as early Christians recruited Roman pagans by associating Christmas with the Saturnalia, so too worshippers of the Asheira cult and its offshoots were recruited by the Church sanctioning “Christmas Trees”.[7] Pagans had long worshipped trees in the forest, or brought them into their homes and decorated them, and this observance was adopted and painted with a Christian veneer by the Church.

B. The Origin of Mistletoe
Norse mythology recounts how the god Balder was killed using a mistletoe arrow by his rival god Hoder while fighting for the female Nanna. Druid rituals use mistletoe to poison their human sacrificial victim.[8] The Christian custom of “kissing under the mistletoe” is a later synthesis of the sexual license of Saturnalia with the Druidic sacrificial cult.[9]

C. The Origin of Christmas Presents
In pre-Christian Rome, the emperors compelled their most despised citizens to bring offerings and gifts during the Saturnalia (in December) and Kalends (in January). Later, this ritual expanded to include gift-giving among the general populace. The Catholic Church gave this custom a Christian flavor by re-rooting it in the supposed gift-giving of Saint Nicholas (see below).[10]

D. The Origin of Santa Claus

a. Nicholas was born in Parara, Turkey in 270 CE and later became Bishop of Myra. He died in 345 CE on December 6th. He was only named a saint in the 19th century.

b. Nicholas was among the most senior bishops who convened the Council of Nicaea in 325 CE and created the New Testament. The text they produced portrayed Jews as “the children of the devil”[11] who sentenced Jesus to death.

c. In 1087, a group of sailors who idolized Nicholas moved his bones from Turkey to a sanctuary in Bari, Italy. There Nicholas supplanted a female boon-giving deity called The Grandmother, or Pasqua Epiphania, who used to fill the children's stockings with her gifts. The Grandmother was ousted from her shrine at Bari, which became the center of the Nicholas cult. Members of this group gave each other gifts during a pageant they conducted annually on the anniversary of Nicholas’ death, December 6.

d. The Nicholas cult spread north until it was adopted by German and Celtic pagans. These groups worshipped a pantheon led by Woden –their chief god and the father of Thor, Balder, and Tiw. Woden had a long, white beard and rode a horse through the heavens one evening each Autumn. When Nicholas merged with Woden, he shed his Mediterranean appearance, grew a beard, mounted a flying horse, rescheduled his flight for December, and donned heavy winter clothing.

e. In a bid for pagan adherents in Northern Europe, the Catholic Church adopted the Nicholas cult and taught that he did (and they should) distribute gifts on December 25th instead of December 6th.

f. In 1809, the novelist Washington Irving (most famous his The Legend of Sleepy Hollow and Rip Van Winkle) wrote a satire of Dutch culture entitled Knickerbocker History. The satire refers several times to the white bearded, flying-horse riding Saint Nicholas using his Dutch name, Santa Claus.

g. Dr. Clement Moore, a professor at Union Seminary, read Knickerbocker History, and in 1822 he published a poem based on the character Santa Claus: “Twas the night before Christmas, when all through the house, not a creature was stirring, not even a mouse. The stockings were hung by the chimney with care, in the hope that Saint Nicholas soon would be there…” Moore innovated by portraying a Santa with eight reindeer who descended through chimneys.

h. The Bavarian illustrator Thomas Nast almost completed the modern picture of Santa Claus. From 1862 through 1886, based on Moore’s poem, Nast drew more than 2,200 cartoon images of Santa for Harper’s Weekly. Before Nast, Saint Nicholas had been pictured as everything from a stern looking bishop to a gnome-like figure in a frock. Nast also gave Santa a home at the North Pole, his workshop filled with elves, and his list of the good and bad children of the world. All Santa was missing was his red outfit.

i. In 1931, the Coca Cola Corporation contracted the Swedish commercial artist Haddon Sundblom to create a coke-drinking Santa. Sundblom modeled his Santa on his friend Lou Prentice, chosen for his cheerful, chubby face. The corporation insisted that Santa’s fur-trimmed suit be bright, Coca Cola red. And Santa was born – a blend of Christian crusader, pagan god, and commercial idol.



IV. The Christmas Challenge

· Christmas has always been a holiday celebrated carelessly. For millennia, pagans, Christians, and even Jews have been swept away in the season’s festivities, and very few people ever pause to consider the celebration’s intrinsic meaning, history, or origins.

· Christmas celebrates the birth of the Christian god who came to rescue mankind from the “curse of the Torah.” It is a 24-hour declaration that Judaism is no longer valid.

· Christmas is a lie. There is no Christian church with a tradition that Jesus was really born on December 25th.

· December 25 is a day on which Jews have been shamed, tortured, and murdered.

· Many of the most popular Christmas customs – including Christmas trees, mistletoe, Christmas presents, and Santa Claus – are modern incarnations of the most depraved pagan rituals ever practiced on earth.



Many who are excitedly preparing for their Christmas celebrations would prefer not knowing about the holiday’s real significance. If they do know the history, they often object that their celebration has nothing to do with the holiday’s monstrous history and meaning. “We are just having fun.”

Imagine that between 1933-45, the Nazi regime celebrated Adolf Hitler’s birthday – April 20 – as a holiday. Imagine that they named the day, “Hitlerday,” and observed the day with feasting, drunkenness, gift-giving, and various pagan practices. Imagine that on that day, Jews were historically subject to perverse tortures and abuse, and that this continued for centuries.

Now, imagine that your great-great-great-grandchi
ldren were about to celebrate Hitlerday. April 20th arrived. They had long forgotten about Auschwitz and Bergen Belsen. They had never heard of gas chambers or death marches. They had purchased champagne and caviar, and were about to begin the party, when someone reminded them of the day’s real history and their ancestors’ agony. Imagine that they initially objected, “We aren’t celebrating the Holocaust; we’re just having a little Hitlerday party.” If you could travel forward in time and meet them; if you could say a few words to them, what would you advise them to do on Hitlerday?

On December 25, 1941, Julius Streicher, one of the most vicious of Hitler’s assistants, celebrated Christmas by penning the following editorial in his rabidly Antisemitic newspaper, Der Stuermer:

If one really wants to put an end to the continued prospering of this curse from heaven that is the Jewish blood, there is only one way to do it: to eradicate this people, this Satan’s son, root and branch.

It was an appropriate thought for the day. This Christmas, how will we celebrate?

AUTHOR: LAWRENCE KELEMEN

Sejarah Alkitab Indonesia

Sejarah Alkitab Indonesia


Alkitab di Tanah Hindia Belanda

Bibliografi


Artikel ini diambil dari :
Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.

Mungkin adalah berita baru bagi para pembaca bahwa terjemahan bagian Alkitab pertama dalam bahasa non-Eropa yang digunakan untuk penginjilan adalah Injil Matius dalam bahasa Melayu tingkat tinggi, yang terbit sekitar tahun 1629. Versi tersebut diterjemahkan oleh Albert Cornelisson Ruyl atau Ruil. Sayang sekali, tidak ada sumber-sumber yang menceritakan tentang penerjemah tersebut. Namun ada kemungkinan bahwa dia adalah pegawai United East India Company pada waktu itu. Kitab tersebut diterbitkan oleh Jan Jacobsz Palenstsyn, di Enckhuysen, berisi Injil dalam bahasa Belanda dan bahasa Melayu yang diletakkan sejajar/berdampingan. Kolom sebelah kiri adalah Injil dalam bahasa Belanda yang ditulis dengan huruf hitam, sedangkan di sebelah kanan adalah Injil dalam bahasa Melayu yang ditulis dengan huruf roman.

Fakta lain yang menarik dari penerjemahan Alkitab ini adalah biaya penerbitannya yang ditanggung oleh United East India Company, sama seperti semua edisi awal yang diterbitkan dalam bahasa Melayu. Injil-injil lainnya dan Kisah Para Rasul selesai diterjemahkan pada tahun 1051, Injil Lukas dan Injil Yohanes diterjemahkan oleh Jan van Hazel atau Hazel, Direktur United East India Company yang pernah belajar bahasa Melayu ketika ia tinggal di Timur. Versinya disiapkan untuk dicetak oleh Justus Heurnius, seorang menteri Belanda yang kemudian menerjemahkan Kisah Para Rasul. Psalter diterjemahkan tahun 1652, dan Perjanjian Baru, versi terbaru karya Daniel Brouwerius, pada tahun 1668. Semua kitab tersebut berisi teks dalam bahasa Belanda yang diletakkan bersebelahan dengan teks dalam bahasa Melayu. Injil dan Kisah Para Rasul dalam versi tersebut dicetak ulang di Oxford 9 tahun kemudian atas biaya Yang Mulia Robert Boyle, salah seorang anggota Komite East India Company dan direktur Society for the Propagation of The Gospel yang telah menerbitkan kitab Perjanjian Baru versi Massachussetts tahun 1661 dan Alkitab tahun 1663, yang disiapkan oleh John Eliot.

Tahun 1731, versi lain dari Perjanjian Baru dipersiapkan, sebagian besar oleh Melchior Leidekker dengan bantuan orang-orang Melayu asli yang berpendidikan. Alkitab terjemahan ini muncul dua tahun kemudian dan dicetak dengan huruf roman. Tetapi di tahun 1758, berdasarkan petunjuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Alkitab diterbitkan dalam huruf Arab, karena hanya sedikit penduduk Melayu yang dapat membaca huruf selain huruf Arab.

Awal abad 19, the British and Foreign Bible Society telah didirikan, dan beberapa tahun kemudian telah membentuk Auxiliary Bible Society di banyak tempat di dunia. Di Calcuta khususnya, sangat bersemangat; dan pada tahun 1814 lembaga ini mencetak satu edisi yang terdiri dari 3.000 kopi Perjanjian Baru berbahasa Melayu di Serampore.

* Penjelasan lebih jauh mengenai kemampuan baca dari beragam tingkat populasi dan wilayah administratif dapat ditemukan di halaman 95 Indisch Verslag tahun 1932 di Statistich Faaroversicht van Nederlands Indie over het Faar 1931.

Dan meneruskannya ke Amboina. Teks ini sama dengan teks pada tahun 1731. Pada tahun 1815 dipesan satu edisi Alkitab yang terdiri dari 5.000 kopi dan cetakan berikutnya dari Perjanjian Baru yang terdiri dari 3.000 lebih.

Pada tahun 1820, the Netherlands Bible Society mempublikasikan satu edisi dari Perjanjian Baru yang sama dalam naskah berbahasa Arab. Ini diikuti oleh Alkitab dalam naskah yang sama pada tahun 1824, British and Foreign Bible society telah mencetak kedua edisi ini baik dalam bahasa Arab dan maupun dalam huruf Romawi tiga tahun lebih awal.

Mulai saat ini, terasa bahwa teks dalam versi ini memerlukan adanya satu revisi, dan Robert Burn, seorang pendeta Anglikan di Singapura, dengan Claudius H. Thompson dari London Missionary Society mengambil alih tugas ini. The British and Foreign Bible Society pada tahun 1831 menerbitkan hasil kerja mereka pada Perjanjian Baru. Tetapi para misionaris tidak puas dengan revisi ini, dan pada tahun 1853, satu usaha baru dibuat untuk memperbaiki teksnya. Orang utama yang bertugas memperbaiki adalah B.P. Keasberry, dari the London Missionary Society. Perjanjian Baru, dalam bentuk ini dikeluarkan di Singapura, baik dalam huruf Arab maupun dalam huruf Roman. Kemudian H.C. Klinkert, seorang misionaris di Jawa, mulai satu revisi dari Alkitab, yang lengkap pada tahun 1879 dan telah melewati beberapa edisi.

The National Bible Society dari Skotlandia, pada tahun 1877, juga menerbitkan 1000 kopi dari versi independent mengenai Perjanjian Baru yang dipersiapkan oleh B.N.J. Roskot dari Amboina, yang dia anggap "satu-satunya versi yang tidak pernah dipersiapkan dalam dialek Melayu dimana ini tertulis." Tidak nampak adanya edisi lebih lanjut dari terbitan penerjemahan Roskott yang diterbitkan sampai 20.000 kopi dari versi Injil Yohanesnya yang dicetak ulang pada tahun 1931 oleh the Scripture Gift Mission dan the National Bible Society dari Skotlandia.

Pada tahun 1890 satu komite yang terdiri dari Bishop Hose of Singapore, W.H. Shellabear, seorang pemimpin dari Royal Enginers, yang selanjutnya ditahbiskan dan bergabung dengan the American Methodist Episcopal Mission, diatur untuk mempersiapkan satu terjemahan yang baru. Mr. Shellaber (Selanjutnya bergelar Rev. Prof. W.G. Shellabear, D.D. dari Hartford Theological Seminary) dibiayai oleh the British and Foreign Bible Society untuk bertindak sebagai perevisi utama. Versi dari Alkitab bahasa Melayu lengkap pada tahun 1912, dan telah memiliki sirkulasi luas, khususnya dalam kerja penyaluran. Selama beberapa tahun terakhir komite yang lain menyajikan *chas* telah dipertalikan dalam mempersiapkan satu Union Version berdasar terjemahan Klinkert dan Shellabear.

Dalam bahasa Melayu rendahan, yang bentuk bahasanya setara dengan Jawa, sunda dan kata asing dan idiom-idiom, seorang misionaris dari the Baptist Missionary Society memiliki Injil yang telah dicetak sejak tahun 1835. Teks ini diadaptasi dari bahasa Melayu tinggi oleh orang-orang Kristen di Surabaya dan diedit oleh seorang misionaris dari the London Missionary Society. Ini menarik untuk mencatat bahwa Alkitab ini dicetak di Batavia, atas ekpansi petobat-petobat Surabaya ini. H. C. Klinkert, yang namanya baru saja disebutkan dalam hubungan dengan Alkitab dalam bahasa Melayu tinggi, menyiapkan terjemahan segar dari Perjanjian Baru dalam dialek Melayu rendah pada tahun 1863.

Ada bentuk ketiga terjemahan Melayu yang ditemukan berguna untuk Alkitab. Ini dikenal dengan Melayu Baba, logat bicara di perkampungan pecinan yang dipakai oleh orang Cina dan keturunan Cina. Kitab pertama yang dipublikasikan adalah Injil Matius, yang diterjemahkan oleh Miss M. Macmahon, dari gereja Presbiterian dari Misi Inggris di Singapura. Kitab ini dicetak pada tahun 1891. Beberapa saat kemudian Dr. Shellabear telah menyiapkan terjemahan seluruh Perjanjian Baru. Yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1913, dan telah menjadi sangat laris. Huruf digunakan adalah huruf roman, tetapi orthografi yang digunakan dalam Melayu Peninsula berbeda dengan yang digunakan oleh Belanda, kitab diterbitkan dalam kedua bentuk dialek.

Dalam bahasa Batta atau Batak, bahasa utama di Sumatra, dialek Batak Toba memiliki terjemahan Alkitab yang lengkap, dialek ini dipakai di bagian barat pulau Sumatra dan Perjanjian Baru dan Mazmur tersedia dalam dialek Angkola-Mandailing yang dipakai di daerah selatan. The Netherlads Bible Society mulai menerjemahkan dalam dialek Batak Toba pada tahun 1853. Selanjutnya pada tahun 1867 kitab Kejadian, Keluaran, Injil dan Kisah Para Rasul dipublikasikan. Selanjutnya pada tahun 1877, J.C. Nomensen dari the Rhenish Missionary Society, yang masuk ke daerah ini pada tahun 1861, memulai satu versi yang segar yang dipublikasikan oleh the British and Foreign Bible Society, Perjanjian Baru muncul dalam huruf Batta yang aneh pada tahun 1878, dan huruf Roman pada tahun 1885. Perjanjian Baru dalam huruf Roman dipublikasikan pada tahun 1894.

Dalam dialek Angkola-Mandailing, penerjemahnya adalah Pendeta A. Schreiber dan C. Leipoldt, keduanya dari the Rhenish Missionary Society. Mereka mulai menerjemahkan Injil Lukas pada tahun 1873. Tiga Injil dipublikasikan dalam huruf Batta, tetapi sekarang lebih disukai dalam huruf Roman, dimana Perjanjian Baru dan Mazmur diterbitkan.

Dialek ketiga Batak yaitu Batak Karo, memiliki Perjanjian Baru yang diterjemahkan oleh Pendeta J.H. Neumann dari the Rhenish Missionary Society pada tahun 1928. Ini dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society. Dia mulai dengan menerbitkan kitab Matius pada tahin 1910.

Bahasa Nias dipakai di pulau Nias, di Batoe dan pulau lain dan Pantai Utara Sumatera. Perjanjian Baru dan Mazmur telah dipublikasikan dalam bahasa ini. Permulaan penerjemahan Alkitab di Nias dibuat oleh Pendeta E. Denniger dari the Rhenish Missionary Society, yang menyiapkan satu versi dari Injil Lukas pada tahun 1874. Ini dipublikasikan oleh the British and Foreign Bible Society. Selanjutnya the Netherlands Bible Society mengambil alih tugas ini. Misionaris lain dari the Rhenish Society, Pendeta H. Sundermann, melengkapi Perjanjian Baru pada tahun 1892. Ini diikuti oleh the Psalter pada tahun 1903.

Bahasa Sunda dipakai di Jawa Barat, berbeda bentuk dengan bahasa Jawa dan Melayu. Alkitab dicetak dalam huruf roman. Penerjemah pertama adalah Pendeta J. Esser, seorang misionaris Belanda yang memproduksi satu versi Injil Matius pada tahun 1854, yang dicetak secara mandiri. Pada tahun 1886, Injil Lukas diterjemahkan oleh Pendeta G.J. Grashuis dari the Netherlands Missionary Union, dipublikasikan oleh the British and Foreign Bible Society. Dalam laporan dari the National Bible Society of Scotland disebutkan bahwa masyarakat Skotlandia menyumbang " *50 pada the Secretary of the Netherlands Missionary Union melalui pencetakan satu Alkitab dalam bahasa ini." Pada tahun 1877 Perjanjian Baru diterjemahkan oleh Pendeta S. Coolsma dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society. Ini diikuti dengan Alkitab pada tahun 1891. Semua ini dalam huruf Roman. Injil Lukas, Injil Yohanes, dan Kisah Para Rasul di terjemahkan dari versi Coolsma ke dalam naskah Arab dan di publikasikan tahun 1871.

Dalam bahasa yang digunakan di pulau Mentawai, yang terletak di pantai barat Sumatra, Injil Markus diterjemahkan oleh Pendeta A. Lett dari the Rhenish Missionary Society, dipublikasikan tahun 1911 oleh the Netherlands Bible Society.

Bahasa Jawa dipakai oleh kurang lebih dua per tiga penduduk Jawa. Bahasa jawa ini memiliki hurufnya sendiri, yang diadaptasi dari huruf Devanagari, dan kebanyakan Kitab Suci dipublikasikan dalam bentuk huruf ini, meskipun sedikit diantaranya diterbitkan dalam huruf Arab. (Biasa dikenal di Jawa sebagai huruf Pegon), dan Perjanjian Baru diterbitkan dalam huruf roman pada tahun 1911. Kitab Suci pertama kali adalah Perjanjian Baru, yang diterjemahkan oleh Gottlob Bruckner, seorang misionaris dari Baptist missionary of Semerang. Versi ini dicetak pada tahun 1829 di Serampore. The British and Foreign Bible Society memberikan penerjemah (*L*) 500 untuk 1.000 kopi. Pada tahun 1841, J.F.C. Gericke, seorang agen dari the Netherlands Bible Society, memulai satu versi yang baru, melengkapi Perjanjian Baru pada tahun 1852 dan Alkitab pada tahun 1854. Ini dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society. Pada tahun 1886 P. Janz dari the Mennonite Missionary Union mulai satu penerjemahan terbaru. Dia menyelesaikan Perjanjian Baru pada tahun 1897 dan Alkitab pada tahun 1906.

Versi terjemahan dalam huruf Arab (Pegon) yang paling awal adalah Injil Lukas yang diterjemahkan oleh seorang penduduk pribumi dan dipublikasikan pada tahun 1893 oleh the British and Foreign Bible Society. Tiga tahun kemudian P. Penninga, seorang sub agen dari the British and Foreign Bible Society menyiapkan edisi terbaru dan selanjutnya menambah Injil yang lain dan Kisah Para Rasul.

Di pulau Madura, Injil dan Kisah Para Rasul tersedia, yang diterjemahkan oleh J.P. Esser, seorang Misionaris Belanda, dan dipublikasikan dalam huruf Jawa oleh the Netherlands Bible Society pada tahun 1890. The National Bible Society of Scotland melaporkan telah menyumbang (*L*) 30 bagi Mr. Esser untuk tugasnya. Empat belas tahun kemudian terjemahan baru dari Injil Likas dan Filipi dalam huruf Roman ditambahkan.

Pada tahun 1910 Injil Lukas diterjemahkan ke dalam bahasa Bali oleh seorang pangeran Bali bernama Goesti Djilantik. Kitab ini dipublikasikan oleh the British and Foreign Bible Society dan disirkulasikan oleh penyalur. Permintaan mengenai versi terjemahan baru meningkat dalam hubungannya dengan pertobatan orang Kristen dan Missionary Alliance di Bali.

Di pulau Roti dan pulau-pulau yang berdekatan dengan Timor, secara praktis menggunakan bahasa yang sama. J. Fanggidaej, kepala sekolah dari satu sekolah pribumi, membuat satu terjemahan dari Injil Lukas yang dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society pada tahun 1895.

D.K. Wielenga dari the Reformed Churches Mission menerjemahkan satu Sejarah Alkitab** ke dalam bahasa Sumba. Buku berbahasa Sumba ini dipublikasikan oleh Skotlandia yang melaporkan bahwa sirkulasi 1.500 bagian dalam bahasa Melayu dan China di pulau Sumba, selama tahun 1934 oleh penyalur mereka "Franciscus".

**) Nama "Sejarah Alkitab" terjadi beberapa kali dalam daftar publikasi ini. Buku dengan judul ini berisi cerita dari Alkitab.

Meskipun bahasa Dayak merupakan bahasa utama di wilayah Borneo Belanda (sekarang Kalimantan), ada beberapa dialek yang memiliki porsi sama dari Kitab suci yang dipublikasikan. E. Denninger dari the Rhenish Missionary Society mempublikasikan Injil dengan dialek Sihong dari Borneo Selatan jauh sebelumnya pada tahun 1858, namun tak ada Kitab Suci yang diterjemahkan lagi setelahnya. Dalam dialek Manyan, dialek lain dari Borneo Belanda, satu buku berisi cerita-cerita Alkitab dipublikasikan oleh the Rhenish missionaries di Banjarmasin pada tahun 1907.

Bahasa Dayak muncul dalam tiga dialek menurut daftar milik the Bible Society; dialek Ngaju dipakai di daerah tenggara Borneo Belanda; dialek Sea Dayak (Dayak Laut) dipakai di daerah Sarawak, dan dialek Land Dayak (Dayak darat) atau Beta dipakai di daerah Sarawak. Perjanjian Baru diterjemahkan oleh J.F. Becker dan A. Hardeland of the Rhenish Missionary Society, dipublikasikan dalam dialek Ngaju pada tahun 1846, buku Sejarah Alkitab diterbitkan empat tahun sebelumnya. Alkitab diterjemahkan oleh Hardeland dan seorang Dayak pribumi yang bernama Timothy Marat dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society pada tahun 1858. Banyak misionaris dari Society for the Propagation of the Gospel mungkin lebih aktif dalam penerjemahan alkitab baik Land Dayak dan Sea Dayak; memproduksi versi-versi Injil dari tiga dialek awal, dan seluruh Perjanjian Baru pada dialek berikutnya. Kitab ini dipakai secara ektensif dengan penyalur British and Foreign Bible Society.

Di Siaow dan Tagulandang, kepulauan Sanghi, misionaris Moravian telah bekerja selama setengah abad. W. Canton, ahli sejarah dari the Bible Society memberikan gambaran secara grafis masa awal hari itu, ketika F. Kelling, pionirnya, meskipun mengkapling tanah dari Mohammedan Rajah, membangun satu rumah dan gereja di pantai selatan menghadap gunung berapi Ruang. Di tengah-tengah pertentangan melawan dia, gunung Ruang meletus, menyemburkan api dan orang-orang berkerumun di gereja "melihat kerucut gunung meledak menuju selat. Satu gelombang raksasa bergulung menuju pantai membagi bagian depan gereja dan menyapu pada sisi lain dengan satu rongsokan liar yang terdiri dari peralatan memancing, pondok dan manusia-manusia yang terhanyut!". Pada tahun 1880 seperdelapan populasi dari 80.000 orang telah dibaptis. Para misionaris mempublikasikan pilihan pada tahun 1872. Selanjutnya Injil Lukas diterbitkan oleh the National Bible Society of Scotland dan pada tahun 1883 Perjanjian Baru oleh the British and Foreign Bible Society. Kitab ini diterjemahkan oleh F. Kelling, yang anaknya melihat satu revisi dari bekas tugas ayahnya melalui cetakan pada tahun 1901. Kitab-kitab ini semua dalam bentuk Siaow dari Sanghi. Dialek lain, dikenal sebagai Great Sanghi, memiliki Injil dan Kisah Para Rasul yang diterjemahkan oleh Clara Steller, dan dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society dari tahun 1890-96.

Di Celebes utara, ada beberapa dialek. Dalam dialek Alfuor, dipakai oleh orang Amoerang, Injil Matius dipublikasikan oleh the Netherlands Missionary Society pada tahun 1852, tapi tidak ada kitab lain yang diterbitkan lebih lanjut. Dalam dialek Tontembo'a, dialek Alfuor lain, satu Sejarah Alkitab diterjemahkan oleh N. Adriani dari the Netherlands Bible Society, diterbitkan tahun 1907. N. Adriani juga membuat satu versi dari Injil Lukas dan Kisah Para Rasul dalam dialek Bare'e, yang dipakai di Celebes tengah. Kitab ini dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society pada tahun 1913 and 1926 secara berturut-turut. Perjanjian Baru dalam dialek ini lengkap pada tahun 1933 oleh N.Adriani dan R.C. Kruijt. Mereka dibantu dibantu oleh Ny. Adriani dan S.J. Esser.

Bahasa utama di Celebes adalah bahasa Bugis, dimana B.F. Matthews, seorang agen the Netherlands Bible Society menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa Bugis pada tahun 1863. Perjanjian Baru diterjemahkan dengan lengkap pada tahun 1888, dan Perjanjian Lama tiga belas tahun kemudian. Penerjemah yang sama juga membuat satu versi dari dialek Boble di Makassar, satu dialek yang dipakai di pulau bagian Selatan. Keduanya menggunakan huruf yang sama. Dia dengan jelas bekerja dalam dua bahasa secara simultan, untuk Makassar, Injil Matius muncul pada tahun 1864, Perjanjian baru tahun 1888, dan Perjanjian Lama pada tahun 1900.

Di Celebes tengah, satu dialek yang disebut Mori memiliki Cerita Perjanjian Baru yang diterjemahkan oleh pendeta J. Kruyt pada tahun 1922; dialek lain adalah Bada, memiliki satu booklet mengenai cerita Alkitab yang disiapkan oleh Jac. Woensdregt pada tahun 1923. Dalam dialek Ta'e yang dipakai di Celebes Barat Daya, satu buku yang berisi cerita Perjanjian Baru diterjemahkan oleh J. Sampe Toding, dipublikasikan pada tahun 1923. Dialek Tombulu, dari bahasa Indonesia yang dipakai di Minahasa, Celebes Utara, memiliki Injil Matius, yang diterjemahkan oleh B. Tular, seorang guru pribumi, dipublikasikan tahun 1933 the Netherlands Bible Society. Di kepulauan Halmahera, beberapa dialek lokal memiliki beberapa inti dari Kitab Suci: dialek Tabaru di bagian Utara memiliki satu Sejarah Alkitab yang diterjemahkan oleh Pendeta J. Fortgens dari the Utrecht Missionary Union; dialek Tobelor memiliki buku yang mirip yang diterjemahkan oleh pendeta A. Hueting dari agen misi yang sama pada tahun 1905; dialek Galela memiliki satu Sejarah Alkitab yang diterjemahkan oleh M.J Van Baarda dari agen misi yang sama ada tahun 1889. Dialek Loda di kepulauan Moluca memiliki Injil Matius yang diterjemahkan oelh J. Metz pada tahun 1913. Semua ini dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society.

Di antara orang-orang yang bekerja untuk meletakkan Injil dalam usaha menjangkau penduduk dari pulau yang tersebar, penghormatan harus dibuat bagi sekretaris the Bible Society, asisten sekretaris, penyalur dan wanita-wanita Alkitab. The Netherlands Bible Society menemukan banyak penerjemah berbakat di antara mereka yang dikirim bagi tugas ini, B.F. Matthes, yang menerjemahkan dua Alkitab dalam dua bahasa, Bugis dan Makassar; J.F.C. Gericke, yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jawa; s. Coolsma, yang membuat versi dari Perjanjian Baru dalam bahasa Sunda; Clara Steller yang menerjemahkan Injil dan Kisah Para Rasul dalam bahasa bahasa Great Sanghi (Sanghi Besar), dan banyak lagi. The British and Foreign Bible Society memiliki spesialisasi lebih dalam distribusi Alkitab. Orang-orang seperti Haffenden, Tisdall, Purdy, Williams, Penninga, dan penyalur pribumi, melakukan perjalanan ribuan mil, memikul penderitaan melalui darat dan laut dalam usaha agar Kitab Suci tersedia di kepulauan ini.

Sirkulasi Kitab Suci di the Netherlands Indies merupakan masalah besar. The Netherlands Bible Society berkonsentrasi untuk mensuplai misi Belanda. The British and Foreign Bible Society melakukan segala usaha untuk menjangkau diluar agen ini. Ini mempekerjakan 38 penyalur pada tahun 1933. Ini mulai bekerja pada tahun 1814, dan agennya termasuk Perkampungan Pecinan, Melayu Peninsula, Borneo (Kalimantan), Sumatra, Jawa, Celebes (Sulawesi), kepulauan Belanda dan Portugis dan Papua Nugini. Sungguh mustahil untuk memberikan figur dari sirkulasi di tanah Hindia Belanda itu sendiri. Lebih lanjut, permintaan di Melayu, 21.312 pada tahun 1933, tidak membatasi bagi Melayu Peninsula. Membuat semua penghargaan ini kami menemukan bahwa sirkulasi menajdi menurun selama tiga tahun terakhir, yaitu 1931: 223.606, 1932: 206.577, 1933: 178.277.

Keseluruhan sirkulasi oleh the British and Foreign Bible Society sendiri sampai tahun 1933 (figur dari the Netherlands Bible Society dan the National Bible Society of Scotland tidak tersedia) dalam bahasa-bahasa di tanah Hindia Belanda yang disebutkan dalam bab ini adalah:


-- Untuk lampiran/artikel, pengucapan dari nama yang sebenarnya telah disesuaikan pada penggunaan pada awal halaman survey ini. Ini merupakan ragam dari penggunaan daftar dari the British and Foreign Bible Society, misalnya Amboina nampak sebagai Amboyna; Soerabaja, Soerabaya, Soembanese, Sumbanese, Dayak, Dyak; Sanghi Sangir; Makassar, Macassar.

^ Ke Atas ^