Yang Meninggikan diri akan direndahkan
2 Tawarikh 25
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati. (25:2)
Amazia diangkat sebagai raja menggantikan Yoas ayahnya, yang mati dibunuh oleh pegawai-pegawainya sendiri. Pada awal pemerintahannya ia taat terhadap firman Tuhan. Sesuai firman Tuhan, ia hanya membalas kematian ayahnya kepada pegawai-pegawainya, tidak terhadap keturunan mereka. Kemudian ketika ia maju berperang melawan orang-orang Edom, ia taat kepada perintah Tuhan agar mengeluarkan orang Efraim dari pasukannya. Padahal ia sudah membayar mahal agar mereka maju bersamanya melawan orang Edom.
Amazia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, namun tidak dengan segenap hati. Setelah menang atas orang Edom, Amazia menjadi tinggi hati. Ia menganggap bahwa kemenangannya itu adalah karena kekuatannya. Dengan congkaknya, ia membawa pulang dewa orang Edom sebagai bukti kemenangannya, bahkan ia sujud menyembah kepadanya. Kemudian karena merasa mampu, ia menantang kerajaan Israel untuk mengadu kekuatan dengan mereka. Ia lupa bahwa Tuhanlah yang memberi kemenangan kepadanya. Amazia kalah dan dirampas habis-habisan, dan tak lama kemudian ia mati dibunuh.
Di dalam firman-Nya, Tuhan seringkali mengatakan bahwa Ia membenci orang yang sombong dan merendahkan orang yang tinggi hati. Ketika kita berpikir bahwa apa yang kita raih dan yang telah kita capai adalah karena usaha kita, dan bangga atas kemampuan diri kita sendiri tanpa mengakui Tuhan yang telah berkarya dalam semua itu, kita sedang meninggikan diri, dan akibatnya kita pasti akan direndahkan.
Yang meninggikan diri pasti direndahkan.
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar