Dasar Yang Rapuh
2 Tawarikh 24
Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada. (24:2)
Yoas adalah raja yang dipersiapkan Tuhan untuk mengganti generasi Ahab yang jahat di mata Tuhan. Yoas diselamatkan dan dipelihara oleh imam Yoyada dan kemudian diangkat sebagai raja, dan selama Yoyada hidup, ia mengajarkan jalan-jalan Tuhan kepada Yoas. Sayang sekali Yoas hanya hidup dengan benar di mata Tuhan selama ada Yoyada.
Setelah Yoyada mati, dengan segera juga iman Yoas berpaling dari Tuhan. Ia lebih mendengarkan kata-kata pemimpin-pemimpin Yehuda dan mengikuti jalan mereka yaitu menyembah berhala-berhala, yang kemudian menjadi sumber kejatuhannya. Bahkan ketika anak imam Yoyada menegurnya, ia malah membunuhnya. Ia tidak menunjukkan sama sekali rasa terima kasih kepada keturunan imam Yoyada. Bagaimana Yoas bisa berubah demikian setelah tidak ada Yoyada?
Banyak di antara kita bertemu Tuhan melalui orang tua, gembala, atau teman. Akan tetapi mereka hanyalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidup kita. Langkah iman berikutnya adalah kita sendiri mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan menjalin hubungan pribadi dengan-Nya. Kita tidak boleh mengandalkan manusia dalam pertumbuhan iman kita. Lihatlah apa yang terjadi pada Yoas.
Biarlah iman kita dibangun di atas dasar yang kokoh, bukan dasar yang rapuh.
Menjalin hubungan pribadi dengan-Mu adalah dasar iman yang kokoh.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar